Kompas.com - 10/11/2015, 14:34 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri, bertahan dari serangan pasangan Thailand, Jongkonphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai, pada perempat final Jerman Terbuka di Mulheim, Jumat (27/2/2015). Della/Rosyita menang 21-14, 21-16. PBSIPasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri, bertahan dari serangan pasangan Thailand, Jongkonphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai, pada perempat final Jerman Terbuka di Mulheim, Jumat (27/2/2015). Della/Rosyita menang 21-14, 21-16.
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com — Rosyita Eka Putri Sari akhirnya kembali ke arena pertandingan setelah sembuh dari cedera pangkal paha yang dideritanya selama enam bulan.

Pemain kelahiran Sleman, 6 Juli 1996, ini tampil di turnamen perdananya seusai cedera panjang dengan cukup baik. Di Korea Masters 2015, Rosyita yang bermain di nomor ganda putri bersama Della Destiara Haris berhasil menembus babak delapan besar.
 
Hasil ini merupakan buah dari kerja keras dan kesabaran Rosyita. Bagi seorang atlet, cedera merupakan momok yang mengerikan karena dapat mengancam karier mereka dan tentunya berpengaruh pada masa depan mereka pula.

“Mau tidak mau harus sabar dan menguatkan hati. Pokoknya saat ini saya hanya memikirkan tujuan saya di bulu tangkis,” kata Rosyita kepada Badmintonindonesia.org.

“Kadang saya cuma duduk di pinggir lapangan dan menonton teman-teman yang latihan. Waktu itu saya latihan sendiri karena tidak ada pasangan, kadang latihan memukul di tembok saja,” ujarnya lirih.

“Suka terbayang misalnya tidak bertanding sampai setahun, saya bertanya pada diri sendiri apakah saya akan kuat atau tidak. Kalau saya sudah enggak kuat, saya suka telepon Bapak dan nangis,” tambahnya.

Rosyita tidak sendirian menghadapi cobaan yang menimpanya. Walaupun keluarganya berada jauh darinya, tetapi ia punya "keluarga" kedua, yaitu rekan-rekannya di tim ganda putri, termasuk para pelatih seperti Eng Hian, Endra Muliajaya, dan Endang Nursugianti yang dikatakan Rosyita tak henti-hentinya memberikan support untuknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain keluarga, teman-teman di tim ganda putri sangat mendukung saya. Mereka adalah yang bersama saya 24 jam dalam sehari, mereka selalu menghibur saya sehingga saya tidak merasa sendirian. Saya juga sangat berterima kasih sama tim dari klub saya, PB Djarum yang juga sangat memotivasi saya,” tutur Rosyita.

“Saya selalu berusaha menyibukkan diri. Kalau tidak latihan, saya menonton TV di kamar atau merakit mainan action figures, tidak terasa hari sudah malam dan mengantuk, jadi habis itu bisa langsung tidur,” ucapnya.

Kebetulan, teman sekamar Rosyita, Bellaetrix Manuputty, juga tengah berjuang menghadapi cedera lutut kiri. Keduanya pun saling menguatkan satu sama lain. Rosyita juga suka berbagi cerita bersama Masita Mahmudin yang juga mesti absen selama setengah tahun demi memulihkan cedera lutut.

Rosyita akan kembali berlaga bersama Della di ajang Malaysia International Challenge 2015. Turnamen ini tengah digelar di Alor Setar pada 10-15 November 2015.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.