Kompas.com - 18/09/2015, 16:11 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu  (10/4/2013), memeriksa Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Rita Subowo. Rita di periksa  sebagai saksi,  terkait kasus dugaan korupsi saat pelaksanaan PON Riau ke-18.
KOMPAS/ALIF ICHWANKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4/2013), memeriksa Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Rita Subowo. Rita di periksa sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi saat pelaksanaan PON Riau ke-18.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sempat dipermasalahkan, Palembang akhirnya diizinkan untuk ikut dicantumkan dalam logo Asian Games 2018. Dengan demikian, pada logo AG 2018 nantinya akan tercantum dua kota, yakni Jakarta dan Palembang.
 
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menyebut diperbolehkannya pencantuman dua kota pada logo AG 2018 setelah adanya persetujuan dari negara-negara anggota Olympic Commite of Asia (OCA) dalam kongres yang digelar di Ashgabat, Turkmenistan, 15-16 September 2015.
 
"Kita ajukan ke Presiden OCA, dan beliau kemudian meminta persetujuan di kongres. Dan kongres akhirnya memperbolehkan," kata Rita kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2015).
 
Rita menyebut pencantuman dua kota pada logo AG 2018 memang di luar dari tradisi penyelenggaraan ajang multievent, khususnya Asian Games. Sebab, negara yang menjadi tuan rumah penyelenggara ajang multievent biasanya hanya mencantumkan kota utama, tidak termasuk dengan kota pendukungnya.
 
Hal ini terjadi tidak hanya pada ajang Asian Games, tapi juga Olimpiade. Contohnya, seperti Asian Games Doha 2006, Olimpiade Beijing 2008, Asian Games Guangzhou 2010, Olimpiade London 2012, ataupun Asian Games Incheon 2014.
 
"Ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah ada dua kota dicantumkan dalam logo. Kita memang meminta secara khusus kepada Presiden OCA agar kali ini diberi pengecualian," ujar Rita.
 
Meski diperbolehkan mencantumkan dua kota pada logo, Rita mengatakan bahwa OCA mengharuskan acara pembukaan dan penutupan hanya dilakukan di satu kota. Dalam hal ini ia menyebut bahwa KOI dan Kementerian Pemuda Olahraga telah menyepakati acara pembukaan dan penutupan AG 2018 akan dilakukan di Jakarta.
 
Tidak hanya itu, OCA juga meminta agar ajang AG 2018 hanya dipegang oleh satu kepanitiaan, dan jaminan adanya layanan transportasi yang baik dari Jakarta ke Palembang.
 
"Kita sudah jelaskan bahwa saat ini penerbangan dari Jakarta ke Palembang sudah cukup banyak," pungkasnya.
 
Sebagai informasi, adanya usulan agar Palembang ikut dicantumkan pada logo AG 2018 datang dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Hal itulah yang membuat untuk sementara tidak ada pencantuman nama kota utama penyelenggara saat dilakukannya peluncuran logo AG 2018 pada 9 September lalu.
 
Pekan lalu, Rita menyebut bahwa pihaknya sudah berupaya melobi OCA agar Indonesia bisa mencantumkan dua kota pada logo AG 2018, dalam hal ini Jakarta dan Palembang. Akan tetapi, Presiden OCA mengaku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ia pun meminta agar KOI menyampaikan usulan itu pada saat pelaksanaan Kongres OCA di Ashgabat, Turkmenistan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X