Kompas.com - 10/09/2015, 12:48 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPipit Puspita Rini
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengakui usulan pencantuman dua kota pada logo Asian Games 2018 tak sesuai dengan aturan Olimpic Committe of Asia (OCA). Namun, ia menyebut hal itu dilakukan untuk mengakomodir keinginan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
 
Rita mengatakan bahwa Alex menginginkan agar Palembang ikut dicantumkan di logo Asian Games 2018. "Pak Alex Noerdin bersikeras," kata Rita kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2015).
 
Rita menyatakan pihaknya siap untuk mengakomodir keinginan Alex. Mengingat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dinilai telah melakukan persiapan yang matang untuk kesuksesan Asian Games 2018. Untuk sementara, loga AG 2008 tidak mencantumkan nama kota.

Rita mengaku sudah berupaya melobi OCA agar Indonesia bisa mencantumkan dua kota pada logo Asian Games 2018, dalam hal ini Jakarta dan Palembang. Akan tetapi, Presiden OCA mengaku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ia pun meminta agar KOI menyampaikan usulan itu pada saat pelaksanaan Kongres OCA di Ashgabat, Turkmenistan, 15-16 September mendatang..
 
"Kita mengakomodir keinginan beliau. Mudah-mudahan negara-negara anggota OCA nanti menyetujui usulan kita ini," ujar Rita. OCA selama ini memang tidak memperbolehkan pencantuman lebih dari satu kota dalam satu logo penyelenggaraan Asian Games.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.