Kompas.com - 23/12/2014, 18:36 WIB
Ganda putra Indonesia, Selvanus Geh (kiri)/Kevin Sanjaya Sukamuljo, merayakan kemenangan atas ganda Tiongkok, Kang Jun/Liu Cheng, pada babak pertama BCA Indonesia Open Superseries 2014, Rabu (18/6/2014). Selvanus/Kevin menang 21-18, 21-19. PBSIGanda putra Indonesia, Selvanus Geh (kiri)/Kevin Sanjaya Sukamuljo, merayakan kemenangan atas ganda Tiongkok, Kang Jun/Liu Cheng, pada babak pertama BCA Indonesia Open Superseries 2014, Rabu (18/6/2014). Selvanus/Kevin menang 21-18, 21-19.
EditorTjahjo Sasongko
JAKARTA, Kompas.com — Pengurus Pusat PBSI mengakui belum berhasil mencapai prestasi maksimal pada tahun 2014 dengan kegagalan pada Piala Thomas, World Championships, dan Final Super Series 2014.

PP PBSI melakukan evaluasi pencapaian prestasi atlet selama tahun 2014. Pemaparan evaluasi prestasi ini dilakukan dalam acara konferensi pers yang berlangsung pada Pelatnas Cipayung, Selasa (23/12/2014) siang. Acara ini turut dihadiri Achmad Budiharto (Wakil Sekjen PP PBSI), Rexy Mainaky (Kabid Pembinaan dan Prestasi), Ricky Soebagdja (Kasubid Pelatnas), Basri Yusuf (Kabid Pengembangan), Iwan Hermawan (pelatih fisik), dan Amran Siregar (psikolog).
 
Ricky membuka penjelasan evaluasi prestasi atlet sepanjang tahun 2014 dengan membahas pencapaian milestones atau tonggak-tonggak prestasi yang ditetapkan oleh PBSI. Sebagai pembuka tahun 2014, PBSI telah menetapkan lima milestones yang ingin dicapai, yaitu All England Open Super Series Premier, Piala Thomas, BWF World Championship, Asian Games, dan BWF Super Series Finals.
 
"Target tercapai dalam All England dan Asian Games. Namun, kami belum berhasil memenuhi target pada Piala Thomas, World Championships, dan Final Super Series 2014. Secara keseluruhan, hasil tahun ini memang kurang memuaskan, terutama di level Super Series dan Super Series Premier," ujar Ricky.
 
"Dari hasil ini, kami terus melakukan evaluasi. Tujuannya agar ke depannya bisa lebih baik. Yang perlu kami tekankan adalah, peranan pelatih sangat penting dalam pencapaian prestasi. Kalau melihat evaluasi per sektor, ada beberapa peningkatan, seperti di nomor ganda putri. Namun, saya lihat masih ada bongkar pasang. Tahun depan sudah harus fixed pasangannya," tambahnya.
 
Hal yang sama diutarakan oleh Rexy. Ia mengatakan bahwa pencapaian tim elite pelatnas memang di luar harapan. Akan tetapi, pembinaan pemain-pemain muda dinilai mengalami perkembangan yang cukup baik.
 
"Kami mengakui bahwa prestasi tim elite up and down, dan tidak mulus sekali. Namun, dalam pembinaan pemain muda, kami masih on the right track. Contohnya saja Firman (Abdul Kholik), dia pemain muda, tetapi bisa ke final Grand Prix Gold dan juara di international challenge," kata Rexy.
 
Dalam ajang All England 2014, dua gelar berhasil diraih pasangan ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Gelar yang diraih Tontowi/Liliyana merupakan gelar ketiga untuk pasangan ini. Sebelumnya, Tontowi/Liliyana juga menjadi juara All England pada tahun 2012 dan 2013.
 
Di sektor potensi, kiprah pemain muda memang sudah terlihat. Nama Firman Abdul Kholik mencuat saat ia melaju ke babak final turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 dan menjadi juara pada Bahrain International Challenge 2014. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Selvanus Geh serta pasangan ganda campuran Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika juga sukses mendulang gelar di New Zealand Open Grand Prix 2014 dan Vietnam International Challenge 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritik untuk Pemain Muda Man United: Dengarkan Ronaldo...

Kritik untuk Pemain Muda Man United: Dengarkan Ronaldo...

Liga Inggris
Pujian FK Senica untuk Egy dan Witan: Pemain Top dan Berkarakter...

Pujian FK Senica untuk Egy dan Witan: Pemain Top dan Berkarakter...

Liga Indonesia
Man United Vs West Ham: Magi Moyes Goyahkan Old Trafford, Setan Merah dalam Ancaman

Man United Vs West Ham: Magi Moyes Goyahkan Old Trafford, Setan Merah dalam Ancaman

Liga Inggris
Klasemen Grup B Piala Asia Wanita, Filipina Bikin Kejutan Saat Timnas Indonesia Petik Pelajaran

Klasemen Grup B Piala Asia Wanita, Filipina Bikin Kejutan Saat Timnas Indonesia Petik Pelajaran

Liga Indonesia
Menelisik di Balik Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Timnas Putri Indonesia

Menelisik di Balik Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Timnas Putri Indonesia

Liga Indonesia
Menpora dan Atlet Paralimpiade Ciptakan Keakraban Lewat Wisata Kuliner Pinggir Jalan

Menpora dan Atlet Paralimpiade Ciptakan Keakraban Lewat Wisata Kuliner Pinggir Jalan

Olahraga
Update Pembenahan Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP Indonesia, Target Rampung H-4

Update Pembenahan Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP Indonesia, Target Rampung H-4

Motogp
Terbang Jauh Buat Bela Arsenal, Partey Minta Maaf karena Malah Diganjar Kartu Merah

Terbang Jauh Buat Bela Arsenal, Partey Minta Maaf karena Malah Diganjar Kartu Merah

Liga Inggris
Berita Foto, Menanti Kisah Pemain-pemain Anyar Timnas Indonesia

Berita Foto, Menanti Kisah Pemain-pemain Anyar Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Beda Klub, Beda Rasa, Egy Ceritakan Pengalaman Berkarier di FK Senica

Beda Klub, Beda Rasa, Egy Ceritakan Pengalaman Berkarier di FK Senica

Liga Indonesia
Profil Timnas Putri Thailand: Skuad dan Prestasi di Piala Asia Wanita

Profil Timnas Putri Thailand: Skuad dan Prestasi di Piala Asia Wanita

Sports
Malaysia Tak 'Curi' Ide Indonesia Saat Putuskan Tunjuk Pelatih Asal Korea Selatan

Malaysia Tak "Curi" Ide Indonesia Saat Putuskan Tunjuk Pelatih Asal Korea Selatan

Liga Indonesia
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2022: Kans Marc Marquez Jajal Sirkuit Mandalika

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2022: Kans Marc Marquez Jajal Sirkuit Mandalika

Motogp
Alfeandra Dewangga dan Berkah Dewa 19

Alfeandra Dewangga dan Berkah Dewa 19

Sports
Lee Zii Jia Akui Tertekan Dibandingkan dengan Lee Chong Wei

Lee Zii Jia Akui Tertekan Dibandingkan dengan Lee Chong Wei

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.