Kompas.com - 19/12/2014, 18:34 WIB
Petinju Daud Yordan (kanan) bersama promotor Raja Sapta Oktohari dan petinju FUlipina, Ronald Pontillas (kanan) Yohanes Kurnia Irawan /Kompas.comPetinju Daud Yordan (kanan) bersama promotor Raja Sapta Oktohari dan petinju FUlipina, Ronald Pontillas (kanan)
|
EditorTjahjo Sasongko
  PONTIANAK, KOMPAS.com -- Petinju  asal Indonesia, Daud ‘Cino’ Yordan, optimistis akan menyelesaikan pertarungan melawan Ronald Pontillas asal Filipina kurang dari 12 ronde.

Pertandingan memperebutkan gelar World Boxing Organization (WBO) Lightweight Asia Pasific Championship akan digelar tanggal 20 Desember 2014 di Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kali ini saya akan bertarung tidak sampai 12 ronde, walau latihan sebelumnya memang dipersiapkan untuk 12 ronde bahkan lebih. Saya sudah mempersiapkan diri dan yakin bisa menyelesaikan pertarungan ini dari apa yang diprediksikan oleh saya ini maupun yang lain” kata Daud Yordan dalam konferensi pers di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/12/2014).

Keyakinan Daud untuk menang sangat tinggi, karena sebelumnya pernah mengalahkan petinju yang berasal dari negara yang sama. “Saya sudah pernah menang bertanding dengan 5 orang petinju dari filipina sebelumnya, dan saya yakin Pontillas orang ke enam yang akan saya kalahkan,” tegas Daud.

Raja Sapta Oktohari, promotor yang menyelenggarakan pertandingan mengatakan, molornya jadwal pertandingan karena tahun ini banyak event nasional, terutama event politik, sehingga pertandingan baru bisa dilaksanakan. Tapi kondisi tersebut menurutnya tidak akan menurunkan semangat dalam memajukan dunia tinju di indonesia.

Dirinya berharap Daud mendapatkan presetasi yang lebih tinggi lagi. “Saya melihat Daud seperti singa yang sangat lapar, karena memang sudah hampir setahun ini dia tidak pernah naik ring untuk bertanding ” kata Okto.

Sementara itu, lawan Yordan asal Filipina,  Ronald Pontillas tidak memprediksi apa-apa dan siap bertanding melawan Raud Yordan. Dia jug mengakui jika nama Daud memang lebih terkenal dibanding namanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya menyampaikan terima kasih kepada promotor dan rekan-rekan yang sudah hadir, saya akan melakukan yang terbaik dalam pertandingan nanti” kata Pontillas.

Daud saat ini memiliki rekor bertarung 31 kali menang, di antaranya 23 kali menang KO, dan 3 kali kalah. Sedangkan Pontillas merupakan petinju peringkat tiga WBO Asia Pasifik, dengan rekor 17 kali menang dan 6 kali kalah.

Saat ini, Daud masih menyandang gelar sebagai juara dunia International Boxing Organization (IBO). Pertarungan melawan Pontillas kali ini merupakan salah satu cara untuk menaikkan reputasi Daud di ajang bergengsi kelas ringan WBO.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal Menarik Jelang Final Piala Thomas Indonesia Vs China

4 Hal Menarik Jelang Final Piala Thomas Indonesia Vs China

Sports
Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Sports
Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Sports
Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Badminton
Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Badminton
Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Liga Indonesia
Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Badminton
Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Sports
Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Badminton
Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Badminton
Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Liga Indonesia
Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Sports
Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.