Kompas.com - 29/11/2014, 20:13 WIB
Edi Subakhtiar/Gloria Emmanuelle Widjaja PBSIEdi Subakhtiar/Gloria Emmanuelle Widjaja
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Ganda muda Indonesia, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja lolos ke final Makau Terbuka GP Gold 2014 dan akan menghadapi ganda Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo.

Edi/Gloria lolos ke final setelah menang atas ganda Tiongkok, Huang Kaixiang/Huang Dongping dengan skor 21-15, 18-21, 22-20 pada babak semifinal. Kemenangan ini sekaligus menjaga asa Edi/Gloria yang berambisi untuk meraih gelar juara di turnamen penutup tahun 2014 ini. Pada beberapa turnamen terakhir, langkah Edi/Gloria selalu terhenti di babak semifinal.

"Kali ini persiapan kami lebih matang jelang ke turnamen ini, jadi kami lebih percaya diri dibanding ke turnamen-turnamen sebelumnya yang hanya sampai babak semifinal. Kami juga bisa lebih fokus," kata Edi..

Penampilan Edi/Gloria di turnamen ini memang bisa dikatakan cukup stabil. Meskipun mereka sempat terbawa irama permainan lawan, namun keduanya sanggup untuk kembali ke pola permainan dan menghentikan perlawanan duo Huang yang merupakan pasangan unggulan kelima tersebut.

"Kami sempat kepikiran saat kehilangan gim kedua. Di gim pertama mainnya sudah benar, lalu di gim kedua juga sudah unggul tapi malah kalah. Tapi saya tidak mau kasih kesempatan buat lawan, mereka juga membuat kesalahan sendiri. Lalu saya pikir ini adalah kesempatan, kekuatan kami sebetulnya imbang, kalau yakin pasti bisa," jelas Edi kepada Badmintonindonesia.org.

Laga gim penentuan berlangsung sangat seru sekaligus menegangkan. Ketinggalan 14-16, Edi/Gloria terus mendekati skor lawan hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Poin demi poin pun dibekukan tiap pasangan dengan susah payah. Di saat-saat kritis, tentunya satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Namun Edi/Gloria mampu melewati masa-masa ini dengan baik.

"Kala itu pelatih mengatakan kepada kami untuk jangan main kencang-kencang terus, karena pasangan Tiongkok ini malah senang. Lalu kami coba dilambatkan sedikit temponya, begitu ada kesempatan, baru kami percepat dan ini berhasil," ujar Edi membongkar kunci kemenangan.

Pada partai final, Edi/Gloria sudah ditunggu unggulan kedua dari Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo. Skor pertemuan sementara imbang 1-1 untuk kedua pasangan, dimana pertemuan terakhir dimenangkan oleh Danny/Vanessa. Pasangan SIngapura ini menyingkirkan ganda Korea Selatan, Kim Duck Young/Go Ah Ra 21-19, 11-21, 21-17.

"Danny masuk final di dua nomor, ganda putra dan ganda campuran. Biasanya ini menambah percaya diri seorang atlet, bukannya malah merasa capek. Jadi saya mesti waspadai hal ini, selain itu power mereka juga bagus, pukulannya kuat-kuat," tutur Edi soal calon lawan di final.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X