Sony ke Babak Kedua Makau Terbuka GP Gold

Kompas.com - 26/11/2014, 06:49 WIB
Djarum Sirnas Sony Dwi Kuncoro
EditorTjahjo Sasongko

MAKAU, KOMPAS.com — Pemain veteran Sony Dwi Kuncoro berhasil maju ke babak kedua turnamen Makau Terbuka GP Gold dengan menyingkirkan pemain Jepang, Selasa (25/11/2014).

Sony yang tidak lagi bergabung dengan Pelatnas Cipayung menyingkirkan Kenta Nioshimoto lewat pertandingan dua gim, 21-8, 25-23. Pada babak kedua, Sony yang menjadi unggulan ke-13 akan menghadapi pemain Thailand, Khosit Phetpradab.

Pada kejuaraan yang berlangusng di Tap Seac Multisport Pavilion ini, Indonesia lebih banyak mengirim pemain muda. Kejuaraan tersebut menjadi penutup rangkaian turnamen internasional level GP Gold tahun 2014.

Indonesia mengirim sejumlah pemain pelapis di turnamen yang berlangsung pada 25 hingga 30 November 2014 ini. Beberapa di antaranya adalah Firman Abdul Kholik, Riyanto Subagja, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja.

Ada juga sejumlah pemain senior yang berburu poin di kejuaraan ini, seperti Sony Dwi Kuncoro, Adriyanti Firdasari, dan Fran Kurniawan/Agrippina Primarahmanto Putera.

Laga kualifikasi dimainkan pada hari pertama. Selain itu, babak pertama pemain tunggal juga mulai digelar pada Selasa (25/11/2014) malam ini. Firman yang berhadapan dengan Muhammad Arif Abdul Latif harus terhenti pada babak pertama dengan skor 21-17, 24-26, 11-21.

Pada gim kedua, Firman yang sudah unggul match point 20-18 belum dapat menuntaskan perlawanan Arif hingga kedudukan imbang terjadi, 20-20. Berkali-kali match point, Firman masih belum bisa merebut gim kedua dan akhirnya harus rela ketika gim ketiga dimainkan.

Pada gim ketiga, penampilan Firman seolah anti-klimaks. Ia tertinggal jauh dan selalu berada di bawah tekanan lawan. Firman mesti merelakan gim ketiga jatuh ke tangan Arif dengan skor cukup telak, 11-21.

"Pada gim ketiga, saya terlalu ingin bermain menyerang. Ada juga pengaruh kekalahan pada gim kedua. Saat adu netting, saya kurang sabar, inginnya buru-buru memenangkan pertandingan. Padahal, gim pertama saya menangkan karena bermain sabar," ujar Firman kepada Badmintonindonesia.org.

"Tentunya saya tidak puas dengan hasil ini. Namun, saya akui, kondisi tubuh saya menurun sejak kembali dari Bahrain International Challenge 2014. Fisik saya sempat terkuras pada turnamen itu," ujar Firman yang meraih gelar juara di Bahrain.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X