Kompas.com - 19/11/2014, 11:41 WIB
Ketua PB GABSI, Ekawahyu Kasih, saat memberikan keterangan pers di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubKetua PB GABSI, Ekawahyu Kasih, saat memberikan keterangan pers di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
|
EditorPipit Puspita Rini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) berharap olahraga bridge bisa dipertandingkan pada Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia. Bridge Indonesia punya prestasi gemilang di kancah internasional.

"Olahraga bridge Indonesia selama 30 tahun tidak terkalahkan di Asia Tenggara. Untuk Asia Pasifik, dari tahun 1974 sampai 2014, Indonesia punya total medali terbanyak," ujar Ketua PB GABSI Ekawahyu Kasih di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jika dipertandingkan pada Asian Games, Ekawahyu optimistis bahwa atletnya bisa memberikan medali emas bagi Indonesia.

"Pada Kejuaraan Dunia, 25 Oktober lalu, Indonesia mendapatkan satu emas dan dua perunggu serta peringkat empat dunia peraih medali terbanyak. Kalau bermain dalam Asian Games, pasti bisa berikan prestasi," sambungnya.

Ekawahyu menambahkan, PB GABSI juga telah menyosialisasikan bridge kepada generasi muda melalui program bridge masuk sekolah. Dia ingin olahraga ini semakin dikenal dan diterima masyarakat luas.

"Olahraga ini meningkatkan kecerdasan dan paling gampang dimainkan dengan sarana yang mudah dan bisa dimainkan di mana saja. Makanya kami ingin pemerintah mendorong agar bridge bisa dimainkan dalam Asian Games," lanjut Ekawahyu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X