Juara, Firdasari Incar Peringkat Dunia

Kompas.com - 14/09/2014, 18:26 WIB
Adriyanti Firdasari (kanan) dan Ruselli Hartawan PBSIAdriyanti Firdasari (kanan) dan Ruselli Hartawan
EditorTjahjo Sasongko

PALEMBANG, Kompas.com -  Adriyanti Firdasari tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat berhasil meraih gelar juara di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014. Pemain berusia 28 tahun ini mengalahkan juniornya sesama pemain asal klub Jaya Raya Jakarta, Ruselli Hartawan, 21-14, 21-14, dalam waktu 33 menit.

“Saya sudah pernah bertanding melawan Ruselli dan sudah tahu permainannya. Dia pemain muda yang pukulannya masih belum matang, jadi kurang sabar dan banyak mati sendiri. Tetapi dia adalah pemain muda yang cukup bagus, buktinya bisa lolos ke final,” kata Firda.

Perjalanan Firda menuju gelar juara pertamanya di tahun ini memang tak mudah. Dihantui cedera lutut kanan, Firda mengaku sempat kesulitan berjalan sejak laga semifinal lalu. Namun dengan penuh semangat, ia meyakinkan dirinya bahwa ia mampu menuntaskan laga final.

Karir Firda memang tengah mengalami pasang surut. Awal tahun 2014 lalu, Firda sempat mengalami masa-masa sulit saat harus berpisah dari rekan-rekan di Pelatnas Cipayung setelah menjalani kebersamaan selama 11 tahun lamanya. Cedera lutut juga menyertai kepulangan Firda ke klub asalnya.

Tak lagi menjadi bagian tim nasional tak lantas membuat Firda putus asa. Sambil memulihkan cederanya, Firda memulai latihan bersama para juniornya di klub yang berlokasi di bilangan Ragunan tersebut. Tak hanya memulihkan cedera, Firda pun mulai menata kembali rasa percaya dirinya dengan berjuang dari awal dan mengikuti rangkaian kejuaraan sirkuit nasional.

Perlahan tapi pasti, Firda mulai menunjukkan kemajuan dan mendapat dukungan dari klubnya untuk mengikuti turnamen di luar Indonesia. Hasilnya ternyata mengesankan, ia mampu menjadi runner up di ajang Malaysia Open Grand Prix Gold 2014 yang berlangsung di Johor. “Alhamdulillah klub saya memberikan dukungan dan terus menyemangati saya,” ujarnya.

Penampilan Firda yang terus menanjak juga mendapat perhatian PP PBSI yang kemudian mempercayakan dirinya untuk bergabung di tim Piala Uber 2014. Tak tanggung-tanggung, Firda pun langsung didaulat untuk menjadi kapten tim putri Indonesia.

“Saya senang sekali akhirnya bisa jadi juara lagi. Dulu saya sempat down karena berbagai masalah, jadi target saya tidak muluk-muluk. Tapi saya tak mau berhenti berusaha, alhamdulillah saya mengalami kemajuan dan jalan pun terbuka buat saya,” ungkap pemain yang kini menduduki rangking 37 dunia ini.

Kembali didera cedera lutut, Firda tampil kurang maksimal di sejumlah turnamen yang ia ikuti di Australia, Taiwan, Indonesia dan Vietnam. Namun ia tetap memutuskan untuk tampil di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Mastes 2014 karena ia melihat peluangnya cukup terbuka untuk menjadi juara. Perhitungannya pun tepat, Firda sukses meraih 7000 poin atas gelar yang diraihnya, peringkatnya pun akan meroket sekitar delapan hingga sepuluh tingkat. Firda bahkan menargetkan untuk masuk jajaran 15 besar dunia pada akhir tahun ini.

Usai mengikuti ajang ini, Firda rencananya akan dikirim ke sejumlah rangkaian turnamen di Eropa seperti French Open Super Series dan Bitburger Open 2014. Namun sebelumnya, ia mesti fokus memulihkan cedera lututnya. Sejumlah pengobatan telah dipersiapkan tim Jaya Raya Jakarta untuk memulihkan kondisi Firda seperti terapi tusuk jarum dan sebagainya. (/*)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X