Ayah Ahsan Berharap Anaknya Rebut Emas Asian Games

Kompas.com - 10/09/2014, 21:31 WIB
Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan badmintonindonesiaMuhammad Ahsan/Hendra Setiawan
EditorTjahjo Sasongko

PALEMBANG, Kompas.com - H. Tumin Atmadi Usman, ayahanda pemain ganda putera Mohammad Ahsan, berharap putranya akan mempersembahkan medali emas buat Indonesia di ajang Asian games 2014 di Incheon, Korea.

Meskipun tak dapat menyaksikan sang putra berlaga, namun H. Tumin Atmadi Usman terlihat duduk di antara penonton yang memadati GOR Dempo, Jakabaring, dalam rangka turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014. Pria berusia 73 tahun ini adalah ayah kandung dari pemain berdarah Palembang, Mohammad Ahsan.

Ahsan sedianya akan bertanding di ajang level grand prix gold ini sekaligus mudik ke kampung halamannya. Namun demi mematangkan persiapan ke Asian Games 2014 yang bakal dihelat di Incheon, Korea pada 19-29 September, Ahsan yang bermain ganda putra bersama Hendra Setiawan ini harus absen dan menjalani latihan di Pelatnas Cipayung.

“Ahsan harus menjalani persiapan ke Korea, jadi tidak datang ke Palembang. Tidak apa-apa saya tidak bisa bertemu anak, yang penting persiapan dia matang. Saya berharap Ahsan dan Hendra bisa mempersembahkan medali emas Asian Games untuk Indonesia,” ujar Tumin kepada Badmintonindonesia.org.

“Seandainya belum berhasil di nomor beregu, saya berharap Ahsan dan Hendra bisa menang di nomor perorangan,” tambahnya.

Diakuinya, ia memang sangat merindukan Ahsan, apalagi sang cucu, Chayra Maritza Ahsan yang sedang lucu-lucunya. Namun karena jadwal Ahsan yang padat dan tak ingin mengganggu konsentrasi putranya, ia memilih untuk menunda niat berkunjung ke Jakarta.

Ia pun bercerita soal Ahsan kecil yang sering dilatihnya bermain bulutangkis. Sejak kecil, keluarga ini memang sudah mencintai bulutangkis. Sukses Ahsan yang kini telah menyandang titel Juara Dunia 2013 dan Juara All England 2014 tak lepas dari jasa sang ayah yang membimbing Ahsan bermain bulutangkis sejak usia sekolah dasar.

Kemampuannya menguasai teknik permainan bulutangkis tak hanya diturunkan kepada Ahsan. Namun sang ayah juga berbagi ilmu lewat buku bertemakan bulutangkis yang berjudul “Kejar Bulutangkis”.

“Selain belajar di klub, Ahsan juga sering saya ajarkan bermain bulutangkis. Dari mulai servis sampai smash yang hingga kini menjadi andalannya. Saat mulai remaja, saya pindahkan dia ke Jakarta, supaya lebih berkembang di sana,” ceritanya.

“Ahsan adalah anak yang penurut, dari dulu dia memang suka bulutangkis. Jadi kalau disuruh latihan tidak pernah mengeluh. Sejak kecil saya ajarkan kalau mau sukses, tidak bisa punya teknik saja. Tetapi kuncinya adalah tekun, gigih dan punya semangat tinggi,” tambah Tumin.

Tumin juga mengaku masih mengikuti perkembangan bulutangkis dunia. Termasuk pergerakan rangking Ahsan bersama Hendra yang kini turun ke posisi dua dunia. (*)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X