Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/09/2014, 19:09 WIB
|
EditorTjahjo Sasongko

KUDUS, Kompas.com - Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, memiliki cara tersendiri untuk memulihkan kepercayaan diri andalan di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad yang baru pulih dari cedera.

Bersama pasangannya, Liliyana Natsir, Tontowi atau Owi merupakan merupakan satu harapan Indonesia untuk meraih medali emas di ajang pesta olahraga negara Asia, Asian Games 2014 di Incheon, Korea, 19 September-4 Oktober mendatang.

Ganda ini merupakan juara dunia 2013 dan juga juara All England. Namun, kondisi Tontowi sempat mengkhawatirkan saat ia mengalami cedera pergelangan kaki saat mengikuti Australia Terbuka Super Series, akhir Juni lalu. Cedera ini mmembuat Tontowi/Liliyana urung mempertahankan gelar juara dunia di Kopenhagen bulan lalu.

Menurut Richard, pemulihan cedera Tontowi secara medis sebenarnya memakan waktu lama. "Namun, karena mengingat waktu yang semakin sempit, maka harus dilakukan cara yang agak ekstrim untuk pemulihannya," kata Richard, kakak kandung Kebid Binpres PBSI, Rexy Mainaky ini.

Buat Tontowi, Richard menyiapkan pola latihan yang berbeda-beda dan cenderung tidak biasa.   "Untuk latihan berat, saya minta dia mengenakan rompi dan kemudian melakukan gerakan tiba-tiba yang membutuhkan refleks," katanya. "Atau lebih ekstrim lagi misalnya dengan mata ditutup, saya minta dia juga melakukan gerak refleks."

Menurut Richard, pemulihan kondisi Tontowi terbilang cepat. "Hingga 3-4  pekan lalu, kondisi kepercayaan dirinya masih 30-40 persen. Namun, sekarang dia sudah yakin bahwa tubuhnya sudah bisa melakukan gerak-gerak yang ekstrim," kata Richard lagi.

Rombongan besar kontingen Indonesia ke Asian Games Incheon akan berangkat awal pekan depan. Richard yakin pada saat itu kondisi Tontowi sudah siap 100 persen. "Kalau Butet (Liliyana Natsir) tidak ada masalah,"katanya.

Sebagai pelapis, Indonesia juga mengirimkan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto ke Incheon. "Setelah kejuaraan dunia lalu, kepercayaan diri Praveen/Debby sangat meningkat. Kita tentu berharap akan terjadi all-Indonesian final di Korea," kata Richard lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+