Voli Pantai Targetkan Final di Asian Games 2014

Kompas.com - 21/08/2014, 12:37 WIB
Pemain voli pantai Indonesia (kiri ke kanan, belakang) Koko Prasetyo, Ade Chandra, Fachriansyah, dan Dian Putra Santoso, berpose berasama pelatih Andy Ardiansyah (depan), setelah berlatih di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/08/2014). KOMPAS.COM/PATRIC BATUBARAPemain voli pantai Indonesia (kiri ke kanan, belakang) Koko Prasetyo, Ade Chandra, Fachriansyah, dan Dian Putra Santoso, berpose berasama pelatih Andy Ardiansyah (depan), setelah berlatih di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/08/2014).
|
EditorPipit Puspita Rini
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu cabang yang diharapkan bisa menyumbang medali bagi Indonesia pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, 19 September-4 Oktober mendatang, adalah voli pantai.

Indonesia mengirimkan dua tim untuk bersaing dengan para pevoli pantai terbaik se-Asia. Mereka adalah Koko Prasetyo Darkuncoro/Ade Candra Rachmawan dan Dian Putra Santoso/Fachriansyah. Koko/Candra diharapkan bisa memenuhi target masuk final.

"Targetnya sih final. Tim pelatih ingin mereka masuk final, meskipun lawannya berat-berat," kata pelatih Andy Ardiansyah saat ditemui Kompas.com di lapangan ABC Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (20/08/2014).

Kekuatan voli pantai di Asia sudah merata. Pesaing bisa datang dari mana saja. "Qatar banyak ambil pemain dari Brasil. Belum lagi ada Tiongkok dan Kazakhastan. Tim-tim dari Iran dan Oman juga bisa jadi kerikil-kerikil berbahaya, tidak tetebak," ujarnya.

Salah satu celah yang masih harus diperbaiki di tim voli pantai Indonesia adalah kerja sama atau team work. Koko dan Candra yang akan jadi tumpuan utama Indonesia memiliki kemampuan individu yang bagus. Namun, mereka masih harus meningkatkan kerja sama tim.

"Kita perbanyak kerja sama tim, baik pertahanan maupun serangan. Pokoknya semua yang bersangkutan dengan tim. Tidak ada individu lagi," tambah Andy.

Prestasi terbaik voli pantai Indonesia di Asian Games adalah perak pada 1998 di Bangkok (Agus Salim/Irilkhun Shofanna) dan 2002 di Busan (Agus/Koko). Empat tahun lalu di Guangzhou, Koko yang masih berpasangan dengan Andy terhenti di perempat final setelah dikalahkan duet Jepang, Kentaro Asahi/Katsuhiro Shiratori, 0-2 (19-21, 12-21).

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X