Lee Chong Wei Fokus pada Kejuaraan Dunia dan Asian Games

Kompas.com - 07/08/2014, 15:16 WIB
Pebulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei, mengembalikan kok dari pemain Jerman, Marc Zwiebler, pada laga babak kedua Jepang Terbuka di Tokyo, Kamis (12/6/2014). Lee menang 21-13, 28-26. AFP PHOTO/KAZUHIRO NOGIPebulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei, mengembalikan kok dari pemain Jerman, Marc Zwiebler, pada laga babak kedua Jepang Terbuka di Tokyo, Kamis (12/6/2014). Lee menang 21-13, 28-26.
EditorPipit Puspita Rini
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia masih merasakan sakit karena gagal meraih prestasi maksimal pada gelaran Commonwealth Games 2014 di Glasgow, Skotlandia. Hasil ini melecut semangat Lee Chong Wei untuk meraih hasil bagus pada Kejuaraan Dunia di Kopenhagen (25-31 Agustus) dan Asian Games di Incheon (16 September-6 Oktober).

Lee tak bisa memperkuat Malaysia di Commonwealth Games karena mendapat cedera paha. Malaysia pun gagal melanjutkan tradisi meraih emas tunggal putra untuk kali pertama dalam 24 tahun.

"Saya sangat ingin bermain di Commonwealth karena belum ada yang bisa meraih tiga medali emas secara beruntun. Namun, dokter melarang pergi karena bisa berpengaruh pada peluang saya bermain di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro," kata ayah satu putra tersebut.

Lee harus menelan pil pahit kala melihat tunggal putra terakhir Malaysia, Chong Wei Feng, kalah di perempat final, lewat tayangan televisi.

Pebulu tangkis nomor satu dunia ini tak mau berduka terlalu lama. Dia pun terpacu untuk membalas kegagalan ini dengan meraih hasil maksimal pada dua event besar yang sudah menanti di depan mata.

Lee punya peluang besar untuk meraih gelar pertamanya di Kejuaraan Dunia, apalagi Lin Dan (Tiongkok) sudah pasti tidak akan ambil bagian. Tahun lalu di Guangzhou, mimpi Lee kandas lagi setelah dikalahkan Lin Dan di final.

Namun, Lin Dan akan turun pada Asian Games. Empat tahun lalu, Lin Dan juga jadi penghalang Lee meraih emas pertamanya di Asian Games setelah laga final yang berakhir dengan 21-13, 15-21, 21-10 untuk kemenangan sang pemain Tiongkok. Event ini juga terjadi di kota yang sama, Guangzhou.

"Ini akan jadi Asian Games terakhir saya. Saya ingin menikmatinya dan tentu saja saya akan melakukan yang terbaik demi meraih emas untuk kali pertama," kata pebulu tangkis 31 tahun tersebut.

"Suasananya seperti saat Olimpiade dan berlangsung empat tahun sekali. Jadi, saya bertekad untuk melakukan yang terbaik di sana," lanjutnya.

Masalahnya, Lee hanya punya waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan diri sebelum bersaing di Kopenhagen.

"Saya mulai berlatih pekan lalu dan saya belum pulih 100 persen. Saya masih dalam masa rehabilitasi dan saya harus sangat berhati-hati untuk menghindari cedera yang sama," jelas Lee.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X