Kompas.com - 22/06/2014, 16:30 WIB
Pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon, bereaksi setelah meraih poin saat menghadapi pemain Tiongkok, Wang Shixian, pada laga semifinal BCA Indonesia Open 2014 di Istora, Jakarta, Sabtu (21/6/2014). Intanon menang 19-21, 21-16, 21-13. AFP PHOTO/ADEK BERRYPebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon, bereaksi setelah meraih poin saat menghadapi pemain Tiongkok, Wang Shixian, pada laga semifinal BCA Indonesia Open 2014 di Istora, Jakarta, Sabtu (21/6/2014). Intanon menang 19-21, 21-16, 21-13.
|
EditorPipit Puspita Rini
JAKARTA, KOMPAS.com - Ratchanok Intanon gagal menjuarai BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014 setelah ditekuk unggulan pertama asal Tiongkok, Li Xuerui, 21-13, 21-13, pada babak final, Minggu (22/6/2014).

"Saya terlalu banyak mengeluarkan energi pada pertandingan kemarin (semifinal) sehingga hari ini saya cukup kelelahan. Saya sebenarnya tidak menyangka bisa melangkah sampai ke final," kata Intanon, usai pertandingan.

Intanon melangkah ke final setelah bersusah payah mengalahkan unggulan kedua, Wang Shixian, dalam rubber game, 19-21, 21-16, 21-13, Sabtu (21/6/2014).

Sementara itu, lawan Intanon yang juga otomatis juara tunggal putri Indonesia Open 2014, Li Xuerui, mengaku tidak terlalu peduli dengan kondisi fisik sang lawan.

"Saya tidak memikirkan itu. Bagi saya, yang penting adalah fokus pada diri sendiri," kata Li dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X