Juara Olimpiade Tumbang di Tangan Kevin/Greysia

Kompas.com - 18/06/2014, 11:55 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii PBSIKevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii
EditorTjahjo Sasongko

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda campuran dadakan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii, mengaku, dengan bermain lepas, mereka yakin mampu mengalahkan juara Olimpiade 2012 sekaligus unggulan utama BCA Indonesia Open Superseries Premier, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Di pertandingan pertama ganda campuran yang berlangsung pada Rabu (18/6/2014) pagi, pasangan baru, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii, menumbangkan peraih medali emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok), 15-21, 21-18, 23-21.

Kevin/Greysia yang baru saja latihan bersama sebanyak dua kali jelang turnamen perdana mereka ini dari awal memang tampil tanpa beban. Meskipun tertinggal di gim pertama, Kevin/Greysia terus mencoba menembus pertahanan "duo Z", yang merupakan pasangan ranking satu dunia.

Kevin, yang terkenal dengan julukan "The Flying Kevin", tampil memukau dengan jumping smash andalannya yang kerap diarahkan ke Zhao hingga pemain Tiongkok tersebut jatuh bangun. Bola-bola "ajaib" yang jadi andalan Kevin juga kerap dikeluarkannya pada laga ini hingga membuat Zhang/Zhao, yang merupakan juara bertahan, menjadi kewalahan.

"Kami memang bermain lepas, tetapi tetap punya motivasi untuk menang. Zhang/Zhao adalah pasangan yang bagus, tetapi saya punya keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka," kata Kevin dalam acara jumpa pers seusai pertandingan. "Saat ini saya memang fokus di ganda putra, tapi kalau ada chance di ganda campuran kenapa tidak?" imbuhnya.

Kevin/Greysia sebetulnya bukanlah pemain spesialis ganda campuran. Kevin fokus di ganda putra berpasangan dengan Selvanus Geh. Sementara itu, Greysia bermain di ganda putri bersama Nitya Krishinda Maheswari.

Namun, keduanya pernah mencicipi rasanya bermain rangkap. Kevin merupakan peraih medali perak ganda campuran BWF World Junior Championships 2013 bersama Masita Mahmudin, sedangkan Greysia pernah menjadi juara Kejurnas 2009 berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Baru dipasangkan, Kevin/Greysia otomatis tak punya peringkat dunia yang tinggi. Namun, kedua pemain punya skill individu yang bagus serta peringkat yang lumayan tinggi di ganda putra dan ganda putri hingga poin ranking pun membawa mereka mengamankan satu tempat di turnamen level premier ini, meski harus merangkak dari babak kualifikasi.

"Kami sangat menikmati pertandingan dari awal. Kevin juga tak ragu untuk berkomunikasi di lapangan dan memberi masukan untuk kami. Waktu kalah di gim pertama, saya seperti punya feeling bisa mencuri gim kedua. Di gim ketiga, kami terus menjaga jangan sampai tertekan duluan dan jaga poin, jangan tertinggal jauh," beber Greysia.

“Sama seperti Kevin, saya pun sebetulnya fokus di ganda putri. Kami serahkan ke PBSI apakah kami akan bermain juga di ganda campuran ke depannya. Tapi, tren pemain dunia saat ini pemain ganda pasti main rangkap di ganda campuran," ujar pemain asal klub Jaya Raya Jakarta ini.

Di babak kedua, Kevin/Greysia akan berhadapan dengan Lee Yong Dae/Shin Seung Chan. Pasangan Korea ini melaju ke babak kedua usai mengalahkan wakil Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Ditantang Lee/Shin, Kevin/Geysia akan tetap bermain tanpa beban. "Sama seperti saat melawan Zhang/Zhao, kami akan tampil nothing to lose," tutur Greysia. (*/)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X