Dicari Atlet Bulu Tangkis Tipe Fighter

Kompas.com - 25/05/2014, 08:51 WIB
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, bertahan dari serangan ganda Thailand, Wannawat Ampunsuwab/Nipitphon Puangpuapech, pada babak penyisihan Grup A Piala Thomas di Siri Fort Stadium, New Delhi, India, Rabu (21/5/2014). PBSIPebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, bertahan dari serangan ganda Thailand, Wannawat Ampunsuwab/Nipitphon Puangpuapech, pada babak penyisihan Grup A Piala Thomas di Siri Fort Stadium, New Delhi, India, Rabu (21/5/2014).
EditorTjahjo Sasongko

NEW DELHI, Kompas.com - Christian Hadinata angkat bicara soal raihan tim Indonesia di ajang Piala Thomas 2014. Tim Thomas Indonesia belum berhasil meraih target gelar juara setelah dikalahkan Malaysia 3-0 di semifinal. 


Berikut hasil wawancara Badmintonindonesia.org bersama legenda hidup bulutangkis Indonesia sekaligus manajer tim Thomas 2014 ini.

Bagaimana komentar anda mengenai pertandingan semifinal?
Pertandingan ganda putra di partai kedua memang sangat menentukan. Saat sudah unggul 20-19, Hendra/Ahsan belum bisa mematikan bola, padahal lawan sangat terjepit posisinya. Tiap pertandingan pasti ada faktor luck dan unluck.

Bisa dibilang poin ini sangat menentukan dan bisa mengubah semua. Poin ini bahkan bisa saja mengantarkan Malaysia menjuarai Piala Thomas. Sebaliknya, jika Hendra/Ahsan mendapatkan poin ini, mungkin tim Indonesia bisa melaju ke final dan tak menutup peluang untuk juara. Satu poin ini dapat mengubah sejarah.

Nomor ganda putra memang menjadi strong point di tim Thomas, kalau strong point ini kalah ya susah. Seperti Lee Chong Wei yang menjadi strong point di tim Malaysia. Peran Chong Wei sangat besar, semua tunggal pertama negara lain bisa dikalahkan oleh Chong Wei.

Sementara di tim kami, Hendra/Ahsan yang menjadi andalan, saat mereka kalah, Hayom sudah dibawah tekanan, dia sepertinya blank di lapangan. Walaupun seharusnya tidak begitu, kalau saya sih dulu tidak terpengaruh, teman saya kalah, saya harus menang.

Hendra/Ahsan adalah pasangan nomor satu dunia dan sudah pernah mengalahkan semua ganda putra, apakah mereka sempat merasa over confident?
Oh tentunya tidak, over confident itu identik dengan memandang rendah lawan. Mereka adalah pasangan senior, apalagi Hendra. Mereka sudah tahu situasinya seperti apa, tidak pernah meremehkan lawan.

Persiapan tim sudah sangat maksimal, mulai dari karantina, simulasi, team building dan sebagainya. Hasil undian pun cukup menguntungkan. Menurut anda, apa yang dirasa masih kurang?
Kalau diperhatikan, belakangan ini Indonesia selalu gagal di nomor beregu. Semuanya terjadi karena kekuatan kita tidak merata.

Contohnya di Piala Sudirman 2013, kita sudah memberi perlawanan ketat kepada Tiongkok dimana nomor ganda campuran dan ganda putra sudah memberi kemenangan. Tetapi, nomor lainnya belum bisa, padahal kita hanya butuh satu poin lagi.

Kita harus punya kekuatan di sektor lain, kalau seperti ini terus, bebannya akan ketiban ke ganda putra dan campuran terus. Seharusnya dalam pertandingan beregu, beban itu bisa dibagi merata ke semua anggota tim.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X