Kompas.com - 16/04/2014, 17:05 WIB
EditorPipit Puspita Rini
ALOR STAR, KOMPAS.com - Anthony Sinisuka Ginting sukses membayar kekalahan dari tunggal putra Jepang, Kanta Tsuneyama. Dikalahkan pada ajang Asia Junior Championships 2014, Anthony membalas di babak perempat final World Junior Championships 2014 dengan dua gim langsung, 21-13, 21-5, hanya dalam waktu 29 menit, Rabu (16/4/2014).

Pemain asal klub SGS PLN Bandung ini mengaku belajar banyak dari kekalahan sebelumnya. Menurut Anthony, sebetulnya secara teknik permainan ia bisa menang pada pertemuan sebelumnya. Hanya saja kala itu ia kurang sabar di lapangan.

"Saya sudah hafal kelebihan dan kurangan Kanta di bagian mana. Kekalahan sebelumnya memberi saya banyak pelajaran. Sebetulnya dia tidak terlalu bahaya, asalkan saya bisa sabar dan bisa mengikuti ritme permainan, pasti bisa menang," ujar Anthony, pemain kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996.

"Tapi saya tidak menyangka bisa menang dengan skor cukup jauh. Dengan mengantongi kekurangan dia dan terus mencecarnya di bagian tersebut, saya membuat dia tidak bisa mengembangkan permainan," tambah Anthony.

Anthony berharap bisa tampil stabil hingga partai puncak. Kemenangan di perempat final tak lantas membuatnya puas. Indonesia masih punya satu wakil tunggal putra lagi yaitu Jonatan Christie. Unggulan pertama ini sedang bertanding melawan wakil Tiongkok, Lin Giu Pu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber PBSI
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perintah Presiden Jokowi ke PSSI: Hentikan Liga 1 Sampai Evaluasi Dilakukan

Perintah Presiden Jokowi ke PSSI: Hentikan Liga 1 Sampai Evaluasi Dilakukan

Liga Indonesia
FIFA Larang Gas Air Mata: Pengamanan Sepak Bola Beda dengan Demo...

FIFA Larang Gas Air Mata: Pengamanan Sepak Bola Beda dengan Demo...

Liga Indonesia
Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Jerit Keluarga Korban Minta Keadilan

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Jerit Keluarga Korban Minta Keadilan

Liga Indonesia
Persib Vs Persija Resmi Ditunda Imbas Kerusuhan Kanjuruhan, Tiket Diamankan

Persib Vs Persija Resmi Ditunda Imbas Kerusuhan Kanjuruhan, Tiket Diamankan

Liga Indonesia
Kronologi Kerusuhan Kanjuruhan, Bukan Bentrok Aremania-Bonek

Kronologi Kerusuhan Kanjuruhan, Bukan Bentrok Aremania-Bonek

Liga Indonesia
Permintaan Maaf Arema FC atas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Permintaan Maaf Arema FC atas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Liga Indonesia
Kerusuhan Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, Persebaya Ucapkan Dukacita

Kerusuhan Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, Persebaya Ucapkan Dukacita

Liga Indonesia
Kerusuhan Kanjuruhan dan 5 Tragedi Terkelam dalam Sejarah Sepak Bola

Kerusuhan Kanjuruhan dan 5 Tragedi Terkelam dalam Sejarah Sepak Bola

Liga Indonesia
Menpora soal Tragedi Kanjuruhan Arema: Ini Harus Jadi yang Terakhir!

Menpora soal Tragedi Kanjuruhan Arema: Ini Harus Jadi yang Terakhir!

Liga Indonesia
Pilu di Stadion Kanjuruhan, Sepak Bola Tak Sebanding dengan Nyawa

Pilu di Stadion Kanjuruhan, Sepak Bola Tak Sebanding dengan Nyawa

Liga Indonesia
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Teratas, Anfield Jadi Panggung Lawan

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Teratas, Anfield Jadi Panggung Lawan

Liga Inggris
Kerusuhan Usai Arema FC Vs Persebaya, Sesal dan Permintaan Maaf PSSI

Kerusuhan Usai Arema FC Vs Persebaya, Sesal dan Permintaan Maaf PSSI

Liga Indonesia
Tragedi Stadion Kanjuruhan: 127 Orang Meninggal Dunia, 180 Dirawat di RS

Tragedi Stadion Kanjuruhan: 127 Orang Meninggal Dunia, 180 Dirawat di RS

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Arema, Polisi Buka Suara soal Tembakkan Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan Arema, Polisi Buka Suara soal Tembakkan Gas Air Mata

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Arema FC: 127 Korban Jiwa, Mobil Terbakar, Liga 1 Berhenti

Tragedi Kanjuruhan Arema FC: 127 Korban Jiwa, Mobil Terbakar, Liga 1 Berhenti

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.