Massa Dikritik Mantan Pebalap F1

Kompas.com - 02/04/2014, 15:01 WIB
Pebalap Williams asal Brasil, Felipe Massa, memacu mobilnya pada sesi latihan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Jumat (28/3/2014). AFP PHOTO/ED JONESPebalap Williams asal Brasil, Felipe Massa, memacu mobilnya pada sesi latihan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Jumat (28/3/2014).
EditorPipit Puspita Rini
KOMPAS.com - Williams memang sudah mengeluarkan pernyataan bahwa masalah team order yang muncul pada GP Malaysia telah teratasi. Namun, reaksi atas penolakan Felipe Massa untuk mengikuti instruksi tim masih mengalir.

Pada GP Malaysia yang berlangsung akhir pekan kemarin, Massa dan Veltteri Bottas berada di posisi tujuh dan delapan pada putaran-putaran terakhir balapan. Williams menginstruksikan agar Massa memberi jalan pada Bottas untuk melewatinya karena memiliki ban yang lebih baru dua putaran.

Williams berharap Bottas bisa bersaing dengan Jenson Button yang berada di posisi enam. Namun, Massa memilih mengabaikan instruksi tersebut dan tetap tidak memberi jalan pada Bottas hingga balapan berakhir.

Setelah balapan, Massa mengaku dengan sengaja tidak memberi jalan pada Bottas. Menurutnya, hasil balapan tidak akan berubah bagi Williams andai kata dia melakukan instruksi tersebut.

Dua mantan pebalap Formula 1, Karl Wendlinger dan Jans-Joachim Stuck sepakat mengatakan bahwa Massa telah melakukan kesalahan dengan mengabaikan instruksi tim.

Menurut Wendlinger, Massa seharusnya memberi jalan agar Bottas melewatinya. "Jika menjadi bos tim, saya tidak akan senang padanya," ujar mantan pebalap Sauber tersebut kepada televisi Austria, Servus TV.

"Alasannya bukan hanya karena mereka ingin Bottas berada di depan Massa. Ini akan memberi mereka tambahan poin yang akan sangat penting pada akhir musim," tambah Wendlinger.

Sementara itu, Stuck mengaku terkejut dengan ketegaran Massa untuk mempertahankan posisinya dan mengabaikan permintaan tim.

"Sepanjang karier balap, saya berada di dua sisi, diuntungkan dengan adanya team order, atau sebagai pebalap yang harus berada di belakang pebalap lain. Namun, saya selalu mengikuti (instruksi tim)," ucap mantan pebalap asal Jerman tersebut.

Ditanya bagaimana perasaannya, andai kata dia adalah bos Williams, Stuck menjawab, "Saya tidak akan senang. Dia adalah pekerja di tim, sederhana saja, dia harus mengikuti instruksi."

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X