Kompas.com - 23/03/2014, 04:10 WIB
Pebalap Yamaha Tech3 asal Inggris, Bradley Smith, tersenyum setelah menyelesaikan sesi kualifikasi GP Qatar di Sirkuit Losail, Sabtu (22/3/2014). Smith mencatat waktu tercepat ketiga. MOTOGP.COMPebalap Yamaha Tech3 asal Inggris, Bradley Smith, tersenyum setelah menyelesaikan sesi kualifikasi GP Qatar di Sirkuit Losail, Sabtu (22/3/2014). Smith mencatat waktu tercepat ketiga.
EditorPipit Puspita Rini
DOHA, KOMPAS.com - Bradley Smith akan memulai balapan MotoGP dari baris terdepan untuk kali pertama sejak naik ke kelas premier, tahun lalu. Smith akan start dari posisi ketiga pada GP Qatar, berdampingan dengan Marc Marquez dan Alvaro Bautista, Minggu (23/3/2014).

"Saya sedikit kecewa dengan ban kedua di kualifikasi. Aleix (Espargaro) menunggu lama di lintasan, Marc juga, lalu saya juga yang membuat ban jadi terlalu dingin," kata Smith. "Sedikit mengecewakan tidak bisa lebih cepat dengan ban tersebut."

"Namun, saya senang bisa berada di baris terdepan. Karena melihat waktu putaran dan kecepatan semua pebalap, sangat penting bisa melaju saat start," tambah pebalap 23 tahun tersebut.

Smith mengalami kecelakaan cukup parah pada sesi latihan bebas, Jumat (21/3/2014). "Saya beruntung bisa selamat tanpa cedera karena kemarin adalah kecelakaan yang sangat berat," ucapnya.

Smith belajar dari pengalaman. Kecelakaan itu justru jadi keuntungan dan pembelajaran untuk bisa menguasai motor dan mengenal lintasan dengan lebih baik.

Smith tidak terlalu merasakan imbas dari kurangnya cengkeraman pada sisi samping ban, seperti yang dikeluhkan dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Dia bahkan menyebut kondisi yang ada saat ini merupakan tantangan untuk ditaklukkan.

"Saya tidak benar-benar tahu apa yang sangat dikeluhkan pebalap Yamaha lainnya, karena kita tahu (dari awal) inilah situasi yang harus dihadapi. Bridgestone sudah memberi tahu dengan jelas sejak uji coba pertama (bahwa mereka akan mengganti ban untuk 2014). Setelah hari terakhir uji coba di Sepang, saya mengembalikan semua ban yang lama dan mulai berlatih dengan ban baru," terang pebalap Yamaha Tech3 tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya setuju bahwa ban tidak bekerja dengan baik pada hari pertama, tetapi saya dan tim bekera lebih dan lebih lagi," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber crashnet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Badminton
Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Badminton
Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Liga Indonesia
Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Badminton
Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Sports
Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Badminton
Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Badminton
Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Liga Indonesia
Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Sports
Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Liga Italia
Piala Thomas - Saat Pelatih Denmark 'Angkat Topi' untuk Indonesia...

Piala Thomas - Saat Pelatih Denmark "Angkat Topi" untuk Indonesia...

Badminton
Robert Ungkap Kunci Kemenangan Persib atas Bhayangkara FC

Robert Ungkap Kunci Kemenangan Persib atas Bhayangkara FC

Liga Indonesia
Indonesia ke Final Piala Thomas, Tim Merah Putih 'On Fire' pada Waktu yang Tepat

Indonesia ke Final Piala Thomas, Tim Merah Putih "On Fire" pada Waktu yang Tepat

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.