Kompas.com - 19/03/2014, 12:12 WIB
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso (kanan) berdiskusi dengan kru tim saat menjalani sesi uji coba pramusim MotoGP 2014 di Sirkuit Sepang, Kamis (27/2/2014). MOTOGP.COMPebalap Ducati Andrea Dovizioso (kanan) berdiskusi dengan kru tim saat menjalani sesi uji coba pramusim MotoGP 2014 di Sirkuit Sepang, Kamis (27/2/2014).
EditorPipit Puspita Rini
DOHA, KOMPAS.com - Hanya beberapa hari sebelum GP Qatar mulai, MotoGP akhirnya menemukan solusi untuk Ducati yang sebelumnya menyatakan pindah dari kelas factory ke open. Berita besar lainnya adalah bahwa MotoGP akan menetapkan ECU standar, hardware dan software, mulai musim 2016.

Hingga 2016, Honda dan Yamaha sebagai tim pabrikan akan tetap memakai ECU standar dengan software mereka sendiri. Mereka masih terikat dengan peraturan sebelumnya, yakni batasan bahan bakar 20 liter, lima mesin untuk satu musim, dan tidak bisa melakukan pengembangan mesin sepanjang musim.

Khusus untuk Ducati, mereka akan tetap berada di klasifikasi tim pabrikan, tetapi diperbolehkan mengikuti aturan untuk kelas open, hingga bisa mencapai beberapa hasil finis tiga besar. Dengan tetap berada di kelompok pabrikan, Ducati tidak harus memakai ECU standar untuk open.

Jika pebalap Ducati memenangi satu balapan, dua kali finis kedua, atau tiga kali finis podium pada balapan kering, mereka akan dikenai aturan pengurangan bahan bakar dari 24 liter menjadi 22 liter.

Jika Ducati memenangi tiga balapan musim ini, mereka juga akan kehilangan hak untuk memakai ban lunak saat kualifikasi, seperti yang diperbolehkan untuk kelas open.

Skenario baru untuk kelas factory dan open ini juga berlaku bagi tim baru yang akan bergabung, yakni Suzuki pada 2015.

Perubahan ini tidak mempengaruhi peraturan sebelumnya di kelas open. Mereka masih akan memiliki 12 mesin dalam satu musim, dengan bahan bakar 24 liter, dan bisa melakukan pengembangan mesin sepanjang musim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seri pembuka MotoGP 2014 yakni GP Qatar akan berlangsung empat hari, 20-23 Maret.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber crashnet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Dampak Ekshibisi E-sports Usai Perhelatan PON XX Papua 2021

Sports
Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Pandemi Mereda, Daud Yordan Ingin Bertarung Sesering Mungkin

Sports
Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Perjalanan Indonesia ke Final Piala Thomas 2020: Lewati Grup Neraka, Libas Malaysia, Permalukan Denmark

Badminton
Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Persija Vs Arema, Manahan Jadi 2 Sisi Koin bagi Macan dan Singo Edan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Link Live Streaming Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Mulai 18.00 WIB

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020

Badminton
Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Paul Munster Ungkap Momen Kunci Laga Bhayangkara FC Vs Persib

Liga Indonesia
Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Piala Thomas 2020, Arti Penting Kemenangan atas Denmark bagi Fajar/Rian

Badminton
Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Indonesia Menuju Final Piala Thomas, Cara Unik Coach Herry IP Sebut Pemain Lawan

Sports
Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Final Piala Thomas Indonesia Vs China, Adu Kuat 2 Negara Penguasa

Badminton
Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Rekor Pertemuan Indonesia Vs China di Final Piala Thomas

Badminton
Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Persija Vs Arema FC, Angelo Alessio Tak Silau Kualitas Singo Edan

Liga Indonesia
Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Patson Daka: Berlian dari Zambia, Penerus Jamie Vardy di Lini Depan Leicester

Sports
Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Juventus Vs AS Roma: Ketika Jose Mourinho Menyapa Lagi Musuh Lama…

Liga Italia
Piala Thomas - Saat Pelatih Denmark 'Angkat Topi' untuk Indonesia...

Piala Thomas - Saat Pelatih Denmark "Angkat Topi" untuk Indonesia...

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.