Kompas.com - 18/02/2014, 13:42 WIB
Suasana Program MILO Ayo Olahraga di Palembang, 17-19 Februari 2014 Tjahjo Sasongko/Kompas.comSuasana Program MILO Ayo Olahraga di Palembang, 17-19 Februari 2014
|
EditorTjahjo Sasongko
PALEMBANG, Kompas.com - Menyadari semakin terancamnya popularitas bulu tangkis, Nestle MILO bekerjasama dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyelenggarakan program "MILO Ayo Olahraga" untuk mengajarkan teknik dasar bulu tangkis buat guru-guru olah raga.

Program ini sebagai ujung tombak "pemasaran" bulu tangkis untuk mendapatkan para calon peminat yang masih duduk di bangku kelas 1-3 SD.  Setelah sukses di Cirebon dan Yogyakarta,  Program "MILO Ayo Olah Raga" merupakan kali kedua diselenggarakan di Palembang dan Surabaya pada 17-19 Februari.

"Kami dari MILO mendukung penuh misi PBSI dengan memberi bekal  para guru olah raga, agar mereka mendapat tambahan ilmu mengajar teknik dasar bulu tangkis untuk diteruskan kepada murid-murid mereka," kata Business Executive Manager Beverages Nestle, Prawitya Soemadijo.

"Dengan sistem pengajaran yang lengkap ini, diharap pemassalan bulu tangkis sebagai dasar agar menjadi olah raga berprestasi dapat terus berjalan," lanjut Prawitya lagi.

Program "MILO Ayo Olah Raga" memang memberi model pengajaran dasar-dasar bulu tangkis yang lebih revolusioner.  Guru-guru peserta diharap akan memiliki kemampuan untuk mengenalkan bulu tangkis sebagai sesuatu yang menarik dan fun, namun menjanjikan baik buat si anak atau pun orang tua mereka.

Di Palembang, program "MILO Ayo Olah raga"  berlangsung 17-19 Februari 2014 ini. Dalam tiga hari ini, 30 guru olah raga dari daerah Palembang dan sekitarnya mendapat pelatihan dari tutor bersertifikasi Badminton World Federation (BWF), Eddy Prayitno dan Rachmat.

Puluhan guru tersebut bukan hanya ditempa fisik dan teknik pengajaran olah raga mereka, namun juga "dicuci otak" masalah visi tentang posisi olah raga sebagai satu bagian dari pengajaran. Olah raga -khususnya bulu tangkis-  dapat menjadi satu faktor penting dalam  pengembangan mentalitas individu anak didik atau pun bangsa secara umum.

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Donny Wahyudi dipait dua tutor, Eddy Prayitno dan Rahmat

Menurut Eddy Prayitno,  tutor dari PBSI, adanya  pelatihan  teknik dasar bulu tangkis kepada para guru sekolah dasar dirasakan penting sejak tiga tahun belakangan. "Pihak BWF  menganggap sumber daya pemain bulu tangkis terbesar berasal dari sekolah dan guru olah raga merupakan orang pertama yang akan bersentuhan langsung dengan para bibit muda ini. Mereka kemudian menghasilkan program shuttle time."

Dalam penerapan program "Shuttle Time" dari BWF ini, PBSI menjalankannya bersama program "pra level" yang sudah ada. "Kita inginkan para guru olah raga ini memiliki minat yang tinggi terhadap bulu tangkis dan menularkannya kepada para anak didik di sekolah. Bila ternyata ada yang berminat, tentunya dapat dibentuk ekstra kurikuler bulu tangkis di sekolah atau  diteruskan ke klub-klub yang ada."

"Dengan dukungan banyak pihak, termasuk dari Nestle MILO atau pun Dinas Pendidikan dan pihak lain, rencana besar memopulerkan kembali olah raga bulu tangkis dapat berjalan dengan baik," kata Eddy, mantan pemain Jawa Timur ini.

Donny Wahyudi, Sports Marketing MILO mengatakan program MILO Ayo Olahraga memang sesuai dengan prinsip MILO untuk menempatkan bulu tagkis sebagai sesuatu yang istimewa dalam perkembangan olah raga Indonesia.  "Bulu tangkis bukan hanya sangat populer, namun di dalamnya seperti ada  kebanggan tentang masa lampau dan keyakinan akan masa depan," kata Donny.

Karena itulah sejak dua tahun terakhir ini disadari perlunya mendukung  program pembinaan usia dini dan pemassalan bulu tangkis yang dicanangkan PBSI. "Ini menjadi kelanjutan dari program kami di MILO School Competition, dengan target utama menghasilkan pemain utuk masuk pelatnas PBSI."

Setelah menngikuti pelatihan selama tiga hari, para guru peserta akan  terus dipantau untuk menerapkan modul latihan sesuai standar PBSI. Nestle MILO dan PBSI akan memantau para guru dalam memberi pelatihan  dan nantinya akan memilih guru terbaik  dari Cirebon, Yogyakarta, Surabaya dan Palembang untuk berkunjung ke Taufik Hidayat Arena di Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X