Kompas.com - 16/12/2013, 09:20 WIB
Karateka Indonesia Christo Mondulu berjalan keluar arena pertandingan usai dikalahkan karateka Myanmar Aye Chan Naing dalam laga final karate di nomor kumite kelas minus 75 kilogram putra SEA Games 2013 di Stadion Wunna Theikdi, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (14/12/2013). KOMPAS/WAWAN H PRABOWOKarateka Indonesia Christo Mondulu berjalan keluar arena pertandingan usai dikalahkan karateka Myanmar Aye Chan Naing dalam laga final karate di nomor kumite kelas minus 75 kilogram putra SEA Games 2013 di Stadion Wunna Theikdi, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (14/12/2013).
EditorPipit Puspita Rini
NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Dua emas, tujuh perak, tujuh perunggu. Itulah hasil maksimal tim karate Indonesia di Naypyidaw, Myanmar, pada cabang yang memperebutkan 17 medali emas. Turun drastis dibandingkan 10 emas yang diperoleh di SEA Games 2011, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia mutlak harus berbenah.

Umar Syarief dan kawan-kawan masih bersemangat ketika menuju Stadion Wunna Theikdi, Naypyidaw, Myanmar, Minggu (15/12) pagi. Meski baru mengumpulkan 2 dari 15 emas yang diperebutkan dua hari sebelumnya, karateka dari nomor kumite putra masih berambisi menambah emas beregu.

Begitu pula tim putri yang bertanding di nomor kumite beregu, siang harinya. Mereka mendapat dukungan dari rekan satu tim, karateka kata yang telah menyelesaikan pertandingan pada hari pertama, Jumat lalu.

Namun, keinginan menambah emas kandas. Tim putra yang ditargetkan mempertahankan emas, hanya memperoleh perunggu. Sementara tim putri meraih perak setelah ditaklukkan Malaysia di final.

Kekalahan dari Malaysia di semifinal, membuat tim putra Indonesia hanya berpeluang maksimal meraih perunggu. Itu pun harus melalui pertarungan melawan Filipina.

Adalah Angga Laksmana yang menentukan kemenangan Indonesia dengan skor 3-1 atas Filipina. Kumite beregu mempertandingkan lima partai untuk mencari kemenangan terbanyak atau poin terbanyak jika dua tim yang berhadapan memperoleh jumlah kemenangan sama.

Umar pun memimpin rekan-rekannya untuk memberi hormat kepada Angga atas poin penentu, dengan cara bersujud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angga, yang berusia 20 tahun, adalah anggota tim kumite putra termuda di antara para senior seperti Umar, Hendro Salim, Donny Dharmawan, Jintar Simanjuntak, dan Christo Mondolu. Karateka lain adalah Imam Tauhid yang berusia 22 tahun.

Tampilnya Angga sebagai penentu kemenangan sama seperti ketika Imam menentukan kemenangan Indonesia atas Malaysia pada babak repechage di Pekan Olahraga Solidaritas Islam, Palembang, September. Inilah tanda bahwa para karateka muda mulai menonjolkan diri.

PB FORKI memasukkan Angga dan Imam dalam anggota tim yang berlaga di Myanmar. Namun, kekuatan utama putra masih bertumpu pada para senior, termasuk Umar yang telah bermain sejak SEA Games 1997. Kondisi ini agak berbeda dengan tim putri yang sebagian besar beranggotakan atlet berusia 18 hingga 20 tahunan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Liga Indonesia
3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

Liga Indonesia
Piala AFF 2020 - Tekad Witan Sulaeman untuk Bawa Indonesia Juara

Piala AFF 2020 - Tekad Witan Sulaeman untuk Bawa Indonesia Juara

Liga Indonesia
3 Alasan Asia Tenggara Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

3 Alasan Asia Tenggara Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Sports
Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Messi dkk Main Pukul 00.45 WIB

Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Messi dkk Main Pukul 00.45 WIB

Liga Champions
Real Madrid Vs Inter Milan, Si Putih Diminta Tak Ragu 'Jinakkan' Ular Raksasa

Real Madrid Vs Inter Milan, Si Putih Diminta Tak Ragu "Jinakkan" Ular Raksasa

Liga Champions
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Malam Ini Milan Vs Liverpool

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Malam Ini Milan Vs Liverpool

Liga Champions
Hasil PSS Vs Persipura 1-1, Gol Sang Mantan Buyarkan Kemenangan Super Elja

Hasil PSS Vs Persipura 1-1, Gol Sang Mantan Buyarkan Kemenangan Super Elja

Liga Indonesia
Prinsip Dasar Teknik Netting dalam Bulu Tangkis

Prinsip Dasar Teknik Netting dalam Bulu Tangkis

Sports
AC Milan Vs Liverpool, Rossoneri Tak Mau Pulang dari Liga Champions

AC Milan Vs Liverpool, Rossoneri Tak Mau Pulang dari Liga Champions

Liga Champions
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Kamboja, Duel Perdana Piala AFF

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Kamboja, Duel Perdana Piala AFF

Liga Indonesia
Liverpool, Ajax, dan Bayern Menuju Rekor Sempurna di Liga Champions

Liverpool, Ajax, dan Bayern Menuju Rekor Sempurna di Liga Champions

Liga Champions
Ada Iklan Boneka Seks di Arena Kualifikasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Masalah?

Ada Iklan Boneka Seks di Arena Kualifikasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Masalah?

Sports
HT PSS Vs Persipura: Mutiara Hitam Buntu, Skor Masih 0-0

HT PSS Vs Persipura: Mutiara Hitam Buntu, Skor Masih 0-0

Liga Indonesia
Prediksi UCL Real Madrid Vs Inter, Pertaruhan Rekor dan Takhta Puncak

Prediksi UCL Real Madrid Vs Inter, Pertaruhan Rekor dan Takhta Puncak

Liga Champions
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.