Kompas.com - 04/12/2013, 13:55 WIB
Dua tunggal putri India, Saina Nehwal (kiri) dan Pusarla Venkata Sindhu, memberikan keterangan pers sebelum berlangsungnya Indian Badminton League (IBL), di New Delhi, Rabu (14/8/2013). INDIATIMES.COMDua tunggal putri India, Saina Nehwal (kiri) dan Pusarla Venkata Sindhu, memberikan keterangan pers sebelum berlangsungnya Indian Badminton League (IBL), di New Delhi, Rabu (14/8/2013).
Penulis Norma Gesita
|
EditorPipit Puspita Rini
HYDERABAD, KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun terakhir, tunggal putri India mampu mendobrak dominasi China lewat Saina Nehwal. Dia bahkan pernah menembus peringkat dua dunia. Tetapi, tahun ini bukanlah milik Nehwal. Dia kalah pamor dari yuniornya, Pusarla Venkata Sindhu.

Tahun ini memang berat untuk Nehwal, selain karena cedera berkepanjangan, jadwal pertandingan yang ketat menguras staminanya. Nehwal selalu terhenti di babak perempat final atau semifinal pada turnamen yang diikutinya tahun ini. Nehwal masih memiliki kesempatan terakhir untuk merebut gelar pada BWF Superseries Finals yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 11-15 Desember.

Saat Nehwal tak mampu meraih satu gelar pun hingga saat ini, Sindhu justru bersinar. Kejutan terbesar Sindhu adalah menjadi semifinalis BWF World Championships 2013. Pebulu tangkis 18 tahun ini juga keluar sebagai juara di Macau Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, akhir pekan lalu. Sebelumnya dia juara di Malaysia Open GPG 2013, Mei.

Perolehan tersebut membuat ayah Sindhu, Pusarla Venkata Ramana bangga. "Kami sangat senang. Tahun ini merupakan tahun yang baik untuk Sindhu. Dia menerima Arjuna Award, medali perunggu World Championships, dan kemenangannya di akhir tahun ini membuat kami sangat bahagia."

Ramana berharap Sindhu akan meraih kesuksesan di level yang lebih tinggi pada 2014. Dia juga berharap Sindhu dijadwalkan untuk mengikuti lebih banyak turnamen level superseries dan turnamen besar seperti Asian Games.

"Pelatih Sindhu (Pullela Gopichand) akan menangani hal itu dan saya berharap Sindhu bisa melakukannya dengan baik," lanjut Ramana.

Sindhu memang tidak dijadwalkan untuk mengikuti turnamen China Open Superseries Premier pada akhir November lalu, agar dapat lebih fokus di Macau Open. Pebulu tangkis yang kini berada di urutan 11 dunia tersebut menang di Macau Open setelah menumbangkan tunggal Kanada, Michelle Li, di babak final dengan 21-15, 21-12, Minggu (1/12/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil yang ditunjukkan Sindhu membuktikan bahwa India telah meningkatkan levelnya di nomor tunggal putri. Saat Nehwal yang selalu menjadi tumpuan India sedang terkendala cedera ankle (pegelangan kaki), Sindhu mampu menggantikan posisi seniornya itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.