Kompas.com - 30/11/2013, 21:19 WIB
Pebalap Mercedes, Michael Schumacher, usai GP Brasil, Minggu (25/11/2012). Ini adalah balapan terakhir Schumacher, karena setelahnya dia pensiun. AFP/YASUYOSHI CHIBAPebalap Mercedes, Michael Schumacher, usai GP Brasil, Minggu (25/11/2012). Ini adalah balapan terakhir Schumacher, karena setelahnya dia pensiun.
Penulis Norma Gesita
|
EditorPipit Puspita Rini
KOMPAS.com - Mantan pebalap Formula 1, Michael Schumacher mengaku terkejut dengan dominasi Sebastian Vettel atas rekan setimnya di Red Bull, Mark Webber. Vettel meraih 13 kemenangan dari 19 seri pada musim ini, sementara Webber menyelesaikan musim tanpa satu pun kemenangan, dan tertinggal 198 poin dari Vettel.

"Dia melakukannya dengan sangat baik dan konsisten," kata Schumacher saat ditanya mengenai performa Vettel musim ini.

"Lihat rekan setimnya. Itu adalah referensi yang harus diperhatikan. Dia memenangi 13 balapan tahun ini. Mark Webber tidak memenangi apa pun hingga akhir. Ini sangat mengejutkan. Saya senang saya bukan rekan setimnya," tambah Schumacher.

Karier kemenangan Vettel sejauh ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi untuk mengalahkan rekor Schumacher, yakni tujuh kali juara dunia dengan 91 kali memenangi balapan. Vettel telah melakukan 120 balapan dan meraih 39 kemenangan.

"Jika seseorang bisa memecahkan rekor itu, saya akan memilih dia (Vettel) untuk menjadi orang itu. Saya melakukan apa yang saya bisa pada jaman saya. Dia juga melakukan pada jamannya. Saya senang kalau itu adalah dia," kata pebalap asal Jerman sekaligus teman baik Vettel ini.

Meskipun mengaku terkejut dengan kesulitan Webber mengungguli Vettel, berada di depan rekan setim saat masih membalap di F1, bukanlah hal yang aneh bagi Schumacher.

Saat meraih gelar pertama pada 1994, Schumacher unggul 92 poin dan delapan kemenangan dari hasil gabungan rekan-rekan satu tim di Benetton-Ford. Total raihan yang didapat JJ Lehto yang cedera, Jos Verstappen yang menggantikannya, dan Johnny Herbert yang membalap di akhir musim, adalah 11 poin tanpa kemenangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Herbert memang meraih dua kemenangan pada 1995 saat berpartner dengan Schumacher untuk satu musim penuh di Benetton-Renault. Tetapi, Schumacher tetap mengalahkannya dengan sembilan kemenangan dan meraih poin lebih dari dua kali raihan poin Herbert.

Rubens Barrichello selalu bersaing dengan Schumacher saat berada di Ferrari 2000-2004. Schumacher mendapat kemenangan jauh di atas Barichello, dengan  perbandingan 9-1, 9-0, 11-4, 6-2, dan 13-2, sepanjang lima musim.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.