Truk Pengangkut Mobil Hampir Masuk Jurang, Subhan Aksa Tak Maksimal Jalani Uji Coba

Kompas.com - 12/11/2013, 19:06 WIB
Pereli Indonesia, Subhan Aksa berpose di samping mobilnya saat hendak melaksanakan testing mobil menjelang Rally Inggris, Senin (11/11/2013). MOTORSPORTS/FELDANDI EFFENDYPereli Indonesia, Subhan Aksa berpose di samping mobilnya saat hendak melaksanakan testing mobil menjelang Rally Inggris, Senin (11/11/2013).
Penulis Norma Gesita
|
EditorPipit Puspita Rini
FLINTSHIRE, KOMPAS.com — Pereli Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) asal Indonesia, Subhan "Ubang" Aksa, mengalami kendala saat hendak melakukan uji coba jelang reli Inggris, di Flintshire, Senin (11/11/2013). Truk pembawa mobil Subhan hampir terperosok ke dalam jurang. Beruntung ada tiang telepon yang menahan truk tersebut hingga tak terguling ke dalam jurang.

Tim harus mendatangkan petugas khusus dari Manchester untuk memindahkan barang-barang berat. Efek selanjutnya adalah terpangkasnya durasi uji coba Ubang karena proses evakuasi mobil selesai jelang sesi berakhir. Jarak tempuh yang seharusnya 65 km, hanya bisa dilakoni Ubang sekitar 35 km.

"Secara teknis sih tak ada pengaruhnya. Hanya saja, persiapan di dalam kokpit yang kurang maksimal, padahal besok sudah masuk sesi recce (survei)," kata kontestan regular kelas WRC2 tersebut.

Dalam kesempatan yang terbatas itu, Ubang dan navigator Nicola Arena dari Italia memfokuskan pada performa mobil dan penerangan malam hari. Hal tersebut sangat penting karena Special Stage (SS) di malam hari pada hari pertama, Kamis (14/11/2013), akan diwarnai kabut tebal yang hanya menyisakan jarak pandang sekitar 8 meter. Karena itu, lampu mobil pun dipersiapkan khusus dengan sorotan ke berbagai arah depan.

"Itu pun belum cukup. Cahaya lampu yang menyinari kabut ternyata kurang bisa menembus tebalnya kabut. Itu tantangan tersendiri. Banyak cara mengatasinya, salah satunya adalah menambahkan pelapis warna kuning pada lampu. Itu lebih bisa menembus kabut dibandingkan sinar putih dari LED," ujar Ubang.

Ubang masih sempat melakukan uji coba dengan bermanuver di beberapa lintasan. Sempat terjadi momen di mana bagian belakang mobilnya sedikit keluar jalur yang mengakibatkan koreksi setir semakin banyak dan tentunya membuang waktu. Tetapi, kecepatan dan waktu bukan menjadi prioritas utama bagi Ubang pada sesi ini. Yang lebih penting adalah jam terbang dan pengambilan sudut setiap tikungan.

Menghadapi reli Inggris yang menjadi seri terakhir serial FIA 2013 World Rally Championship, Ubang sangat percaya diri. Sukses finis di empat besar pada reli Spanyol sebelumnya membuat Ubang agak rileks menghadapi reli dunia yang dulu terkenal dengan nama RAC Rally ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X