Kompas.com - 31/10/2013, 14:05 WIB
Tim renang Indonesia ke kejuaraan Asian School Swimming Championships di Macau, China, 31 Oktober-7 November. Tjahjo Sasongko/Kompas.comTim renang Indonesia ke kejuaraan Asian School Swimming Championships di Macau, China, 31 Oktober-7 November.
|
EditorTjahjo Sasongko
JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga atlet renang batal memperkuat tim Indonesia ke ajang Asian School Swimming Championship di Makau, China, 31 Oktober-7 November ini, dengan alasan berbeda.

Indonesia sebenarnya berencana mengirimkan 25 atlet putra dan putri dalam ajang yang diadakan dua tahun sekali ini. Namun, tiga atlet renang mengundurkan diri sebelum keberangkatan.

Atlet asal Jawa Barat, Monaliza Arieswaty, terlebih dulu mengundurkan diri dengan alasan ingin berkonsentrasi mengejar target medali emas yang dibebankan pada dirinya di ajang SEA Games Myanmar, Desember mendatang. Monaliza memang masuk dalam tim SEA Games dan diharapkan menyumbangkan satu dari enam medali emas yang menjadi target tim Indonesia.

Atlet putri lainnya, Dian Riza, asal Jawa Timur, batal memperkuat tim Indonesia ke Makau karena mengalami sakit tifus. Dian sebenarnya telah masuk pelatnas di Jakarta sejak pekan lalu. Namun, ia kemudian terpaksa dipulangkan setelah dinyatakan positif mengidap sakit tifus.

Atlet putra DKI, Gagarin Nathaniel Yus, juga kemudian mengundurkan diri dari tim. Alasan yang diajukannya adalah sekolah tidak mengizinkannya meninggalkan pelajaran untuk mengikuti turnamen yang berlangsung selama sepekan tersebut.

Hal ini disesalkan oleh pelatih nasional, Albert C Sutanto, yang menjadi penanggung jawab tim Indonesia ke ajang Asian School Championship ini. "Disayangkan, pengunduran diri dilakukan hanya beberapa hari sebelum keberangkatan tim. Jadi, tidak mungkin ada perubahan atau pergantian atlet yang akan mengikuti nomor tersebut."

Albert mengakui bahwa sering ada benturan antara kepentingan sekolah dan si atlet dalam hal pengiriman ke luar negeri. "Makanya kami mengajukannya jauh-jauh hari agar si anak bisa minta izin ke sekolahnya. Lagi pula, saya kok (merasa) agak aneh kalau sekolah tidak mau mengeluarkan izin buat atlet yang berangkat atas nama negara."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Albert juga menyayangkan bila ada keengganan memperkuat timnas di ajang kompetisi, meski atlet telah terpilih dalam seleksi. "Bagaimanapun kan ada biaya yang sudah dikeluarkan oleh negara untuk si atlet. Kalau saya pribadi menganggap bertanding di luar negeri itu semacam tour of duty buat seorang atlet renang, apalagi bila sudah di tingkat nasional. Itu kalau dia memang mau terus membela negara."

Dengan batalnya tiga atlet memperkuat timnas, berarti ada 22 atlet yang berangkat ke Makau.

Mereka yang berangkat:
Putra: Ricky Anggawijaya, Kenny Lisanputera, Adityastha Rai Wratsangka, Muh Hamgari, Satrio Bagaskara, Fadlan Prawira, Mustaghfirin, Andy Natanegara, Ilham Achmad, Samuel Preston White, Ignatius Setyo Budi.
Putri: Raina Saumi, Nurul Fajar, Joanita Mutiara, Kavita, Sagita, Iffy Nadya, Nurita, Olivia Fernandez, Kania Ratih, Janice, Sofie Kemala.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X