Tak Ada Tempat untuk Ayah Bernard Tomic di Australian Open

Kompas.com - 02/10/2013, 16:13 WIB
Petenis Australia, Bernard Tomic, memukul bola ke arah Sam Querrey dari Amerika Serikat, saat saling berhadapan di babak pertama Wimbledon, Selasa (25/6/2013). AP/ALASTAIR GRANTPetenis Australia, Bernard Tomic, memukul bola ke arah Sam Querrey dari Amerika Serikat, saat saling berhadapan di babak pertama Wimbledon, Selasa (25/6/2013).
EditorPipit Puspita Rini
MELBOURNE, KOMPAS.com - Bernard Tomic adalah bintang tenis Australia saat ini. Tetapi, kebintangannya tersebut tetap tak bisa membuka jalan bagi ayah sekaligus pelatihnya, John Tomic, untuk masuk ke area pertandingan di Melbourne Park, pada Australian Open, Januari mendatang.

John mendapat sanksi larangan mendampingi Bernard di area pertandingan oleh ATP, asosiasi tenis profesional, karena telah melakukan tindakan kekerasan terhadap mantan partner latihan anaknya, Thomas Drouet. John menanduk kepala Drouet yang menyebabkan hidungnya patah.

Kejadian tersebut terjadi di Madrid, Spanyol, saat Bernard tengah mengikuti Madrid Masters, Mei lalu. Pengadilan Spanyol menjatuhi hukuman delapan bulan pada Johm. Tetapi, sesuai dengan hukum di Spanyol, pria kelahiran Bosnia yang dulu pernah jadi supir taksi ini, tidak perlu menjalani hukuman tersebut di dalam penjara, karena masa hukuman di bawah dua tahun.

ATP mencabut akreditasi John untuk semua event, sejak kejadian ini, dan akan memutuskan apakah akan mencabut sanksi tersebut, Mei tahun depan. "Turnamen Grand Slam dan ATP bekerja bersama dalam hal ini," kata direkut turnamen Australian Open, Craig Tiley di Melbourne park, Rabu (2/10/2013).

"Aturannya, bahwa dia tidak terakreditasi dan tidak punya ijin untuk beli tiket. Dan sistem yang berlaku di sini, John atau siapapun yang mendapat sanksi, tidak boleh berada di area (pertandingan) dan petugas keamanan kami akan memastikan hal itu," tegas Tiley.

Di Wimbledon, Juni lalu, Bernard meminta kepada ofisial turnamen untuk mengijinkan ayahnya mendampinginya saat bertanding. Tetapi, hukuman tetap berlaku. Hal yang sama akan diterapkan di Australian Open, meski ini adalah turnamen kandang petenis 20 tahun tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persela Vs Persebaya, Wolfgang Pikal Ungkap Alasan Kekalahan Bajul Ijo

Persela Vs Persebaya, Wolfgang Pikal Ungkap Alasan Kekalahan Bajul Ijo

Liga Indonesia
Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Liga Indonesia
Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Olahraga
Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Liga Indonesia
Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Liga Indonesia
Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Liga Spanyol
Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Liga Indonesia
Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Olahraga
Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Liga Indonesia
Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Olahraga
Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Liga Indonesia
Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Liga Champions
Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Liga Indonesia
Ditanya Cara Cegah Korupsi di Kemenpora, Zainudin Amali Minta Didoakan

Ditanya Cara Cegah Korupsi di Kemenpora, Zainudin Amali Minta Didoakan

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X