Kompas.com - 30/09/2013, 14:46 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu  (10/4/2013), memeriksa Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Rita Subowo. Rita di periksa  sebagai saksi,  terkait kasus dugaan korupsi saat pelaksanaan PON Riau ke-18.
KOMPAS/ALIF ICHWANKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4/2013), memeriksa Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Rita Subowo. Rita di periksa sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi saat pelaksanaan PON Riau ke-18.
EditorTjahjo Sasongko
PALEMBANG, Kompas.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengapresiasi perjuangan atlet Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 meski banyak kendala yang dihadapi sebelum pelaksanaan Pesta Olahraga Solidaritas Islam ini.
    
"Sejauh ini atlet luar biasa. Ini kesadaran semua pihak termasuk official dalam mensukseskan kegiatan internasional ini," kata Ketua KOI Rita Subowo di Palembang, Senin.
    
Raihan prestasi atlet Indonesia ajang Pesta Olahraga Solidaritas Islam diluar dugaan. Meski terkendala masalah dana dan persiapan yang mepet akibat pemindahan lokasi, atlet tuan rumah mampu mendominasi.
    
Hingga hari kesembilan Indonesia tetap bertahan dipuncak klasemen sementara dengan raihan 33 emas. Kondisi ini berbeda dengan target yang dibebankan yaitu hanya berada di 10 besar. "Memang atlet-atlet besar dunia tidak semua hadir, tapi hadir juga banyak. Ini menunjukkan jika atlet kita punya tekad untuk meraih prestasi terbaik," katanya menambahkan.
   
Ditanya perkembangan masalah pendanaan, Rita Subowo mengaku sudah tidak ada masalah termasuk pencairan dana dari pemerintah sebesar Rp128 miliar. Dana yang ada sudah dibagi ke panitia nasional, panitia pusat dan panitia daerah.
     
"Untuk pendanaan kami tetap berpegang teguh pada undang-undang dan kami juga meminta asisten atau supervisi dari pemerintah terkait penggunaan dana yang ada," kata mantan ketua KONI itu.
     
Selain dana dari pemerintah, kata dia, pelaksanaan Pesta Olahraga Solidaritas Islam ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan yang juga menganggarkan dalam APBD begitu juga dengan dukungan dari sponsor. "Memang masih ada sedikit kendala terkait dengan payung hukum. Makanya koordinasi dengan semua pihak terus kami lakukan," kata Rita menegaskan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.