Kompas.com - 25/09/2013, 22:51 WIB
Petenis Lavinia Tananta mengembalikan bola saat menghadapi Vita Taher di babak semifinal Turnamen Tenis Antarmaster Garuda Indonesia di Lapangan Tenis Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/12/2012). Lavinia Tananta menang 6-4, 6-2. Di partai final, Lavinia Tananta akan menghadapi Jessy Rompies.
KOMPAS/YUNIADHI AGUNGPetenis Lavinia Tananta mengembalikan bola saat menghadapi Vita Taher di babak semifinal Turnamen Tenis Antarmaster Garuda Indonesia di Lapangan Tenis Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/12/2012). Lavinia Tananta menang 6-4, 6-2. Di partai final, Lavinia Tananta akan menghadapi Jessy Rompies.
EditorTjahjo Sasongko
PALEMBANG, KOMPAS.com — Putra-putri tuan rumah Indonesia melaju ke final setelah tanpa banyak kesulitan mengalahkan lawan-lawan mereka pada pertandingan semifinal tenis beregu di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Kompleks Olahraga Jakabaring Palembang, Rabu.
    
Beregu putri yang dimotori Lavinia Tananta mengalahkan Oman 2-0 dan di final, Kamis (26/9/2013), akan menghadapi Maroko yang pada pertandingan lainnya dipaksa bermain ketat sebelum mengandaskan Turki 2-1.
    
Sementara itu, beregu putra yang menurunkan Christopher Rungkat, Wishnu Adi Nugroho, dan Elbert Sie menang telak 3-0 atas Arab Saudi yang diperkuat pemain seusia pelajar SMP.
    
Di final, tim asuhan pelatih Febby Widhyanto akan berhadapan dengan Kuwait, yang pada pertandingan semifinal lainnya menang 2-1 atas Turki.
   
Chyntia Melita membuka sukses beregu putri ketika hanya kehilangan satu game saat menaklukkan Sarah Al Balushi, 6-0, 6-1, dalam waktu kurang dari satu jam.
   
Lavinia, pemain peringkat ke-407 Federasi Tenis Internasional (ITF) berusia 25 tahun itu (tertinggi peringkat ke-301 pada 2010), memastikan kemenangan Indonesia melalui kemenangan atas Fatma Talib Sulaiman Al Nabhani, 2-6, 6-2, 6-3.
   
Lavinia sempat kehilangan set pertama menghadapi petenis peringkat 485 ITF itu sebelum bangkit pada set kedua dengan mengubah pola strategi permainan, dengan melancarkan serangan ke arah garis belakang (baseline).
   
Akibatnya, petenis berusia 22 tahun dan juara tunggal Pekan Olahraga Arab 2011 itu mulai kewalahan meladeni permainan Lavinia yang bermain konsisten dan akhirnya menyerah setelah berjuang dalam waktu sekitar satu setengah jam.
    
"Tadi pada set pertama saya memang belum menemukan ritme permainan, tapi pada set kedua saya mencoba mengubah strategi permainan dengan lebih banyak memukul bola ke arah garis belakang," kata Lavinia ketika ditemui seusai pertandingan yang berlangsung dalam cuaca panas terik itu.
    
Pada pertandingan semifinal beregu putra, tim Indonesia yang menurunkan pemain terbaik nasional seperti menghadapi pemain seusia SMP sehingga tidak mendapat perlawanan berarti.
    
Tunggal pertama Wishnu Adi Nugroho membuka kemenangan Indonesia atas Fahad Al Saad dengan skor 6-1, 6-1; dan Christopher Rungkat malah tidak memberi satu angka pun buat lawan saat mengalahkan Abdulmalek Bursais, 6-0, 6-0.
    
Partai ganda tetap dimainkan meski hasilnya sudah tidak berpengaruh, dan Elbert Sie yang berpasangan dengan David Agung melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 3-0 setelah menaklukkan Adulrahman Alazzam/Ammar Alhagbani 6-2, 6-3.
    
"Sepertinya tim Indonesia menghadapi lawan di Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional), mereka tampak masih muda-muda sekali dan seusia SMP," kata pelatih Febby Widhyanto, mantan pemain nasional.
    
Menghadapi Kuwait di final, Febby mengakui bahwa lawannya lebih berat karena tim negara tersebut diperkuat oleh pemain yang sudah punya pengalaman di berbagai turnamen internasional, termasuk turnamen profesional ATP Tour.
    
"Saya kira pertandingan final nanti akan lebih ketat karena Kuwait memang secara umum punya pemain dengan materi yang lebih baik dan merata," kata Febby.
    
Berikut hasil pertandingan semifinal beregu, Rabu:
Beregu putra:
- INDONESIA vs Saudi Arabia (3-0)
- Kuwait vs Turki (2-1)

Beregu putri:
- INDONESIA vs Oman (2-0)
- Maroko vs Turki (2-1)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.