Kompas.com - 09/09/2013, 10:25 WIB
Petenis Amerika Serikat, Serena Williams (kiri) bertepuk tangan, saat Victoria Azarenka dari Belarusia diwawancara, setelah laga final US Open yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Minggu (8/9/2013). AFP/AL BELLO/GETTY IMAGESPetenis Amerika Serikat, Serena Williams (kiri) bertepuk tangan, saat Victoria Azarenka dari Belarusia diwawancara, setelah laga final US Open yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Minggu (8/9/2013).
EditorPipit Puspita Rini
NEW YORK, KOMPAS.com — Untuk kali kedua secara berurut-turut, Victoria Azarenka harus menyerah pada Serena Williams di laga final US Open (AS Terbuka), Minggu (8/9/2013) sore waktu setempat atau Senin pagi WIB.

Azarenka jelas mampu memberi perlawanan pada Williams. Sebelumnya, banyak yang meragukan petenis Belarus tersebut, mengingat dia harus bertarung tiga set untuk mengalahkan Ana Ivanovic di babak keempat, lalu sempat kesulitan saat menghadapi Daniela Hantuchova di perempat final.

Namun di final, dia kembali memaksa Williams bermain tiga set, seperti tahun lalu. Williams kehilangan empat servis pada pertandingan final ini, lebih banyak dari total yang didapat dari enam pertandingan sebelum sampai ke babak ini, yakni dua.

Akhir cerita tahun ini pun sama dengan tahun lalu. Azarenka menangis di akhir pertandingan setelah kalah 5-7, 7-6(6), 1-6.

"Melawan seseorang seperti Serena, kamu harus mengambil risiko," ucap Azarenka yang kini berada di peringkat kedua dunia. "Kamu tidak akan bisa bermain aman."

"Saya rasa ada momen pada set ketiga ketika momentum sedikit berubah, dan saya merasa seperti kehilangan momentum. Dia sungguh melakukannya. Dia lebih kuat hari ini. Dia lebih konsisten, kalian tahu, dia layak untuk menang," tambah pemegang dua gelar Australia Open tersebut.

"Saya sudah memberikan hati saya. Saya berjuang sekuat saya bisa. Jadi, itulah yang terpenting untuk saya. Saya kalah dari juara yang luar biasa, saya akan tetap menegakkan kepala."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya rasa, dibandingkan tahun lalu, pertandingan kali ini adalah sesuatu; pertandingan ini adalah cerita yang berbeda. Ini menunjukkan sisi lain saya sebagai pemain. Saya merasa seperti itu."

"Saat kamu mendapat tantangan yang lebih besar, kamu mencoba untuk melakukan yang lebih baik. Dia adalah tantangan terbesar saya. Saya selalu mencari kesempatan untuk bermain melawan pemain terbaik untuk menguji diri, menghadapi tantangan, dan berjuang keras."

"Jadi, saya rasa, penting untuk mencoba demi mendapatkan kesempatan tersebut. Saya tak sabar untuk mendapat kesempatan berikutnya," tutup petenis 24 tahun tersebut.



Sumber US OPEN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.