Kompas.com - 08/09/2013, 21:13 WIB
Petenis Belarusia, Victoria Azarenka melakukan pukulan forehand saat menghadapi  Flavia Pennetta dari Italia, pada babak semifinal US Open, yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center on September, New York, Jumat (6/9/2013). AFP/CLIVE BRUNSKILL/GETTY IMAGESPetenis Belarusia, Victoria Azarenka melakukan pukulan forehand saat menghadapi Flavia Pennetta dari Italia, pada babak semifinal US Open, yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center on September, New York, Jumat (6/9/2013).
EditorPipit Puspita Rini
NEW YORK, KOMPAS.com - Dua pekan lalu, pada hari pertama US Open (AS Terbuka) 2013, ada 128 nama petenis di daftar undian tunggal putri. Pada hari ke-14, hanya tersisa dua nama, Serena Williams dan Victoria Azarenka. Untuk kali kedua secara berurutan, mereka berada di babak final US Open, yang akan berlangsung di Arthur Ashe Stadium, Minggu (8/9/2013) sore waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Tahun lalu, Williams akhirnya berhasil menambah koleksi gelar US Open-nya, setelah mengalahkan Azarenka lewat pertarungan tiga set yang melelahkan dan mendebarkan, 6-2, 2-6, 7-5.

Tahun ini, sepanjang turnamen, Williams tampil luar biasa, termasuk saat menghadapi Li Na di semifinal. Petenis nomor satu dunia tersebut bermain satu jam 27 menit untuk meraih kemenangan 6-0, 6-3.

Dari enam pertandingan sebelum sampai ke final, Williams tak pernah kehilangan set. Hasil terburuknya adalah ketika kehilangan lima game saat mengalahkan Sloane Stephens dengan 6-4, 6-1, di babak keempat.

Kini, petenis yang akan genap berusia 32 tahun pada 26 September mendatang tersebut, semakin dekat dengan gelar US Open kelima, atau gelar Grand Slam ke-17. Tinggal satu lawan lagi yang harus dikalahkan, demi mewujudkan rekor tersebut.

Masalahnya, lawan terakhir ini tidaklah mudah untuk dikalahkan. Azarenka juga tampil baik sepanjang dua pekan ini, meski tak secemerlang Williams. Dia dua kali bermain tiga set, saat mengalahkan Alize Cornet di babak ketiga dengan 6-7(2), 6-3, 6-2. Lalu saat dia mengalahkan Ana Ivanovic di babak keempat, dengan 4-6, 6-3, 6-4.

Williams dan Azarenka yang kini menempati ranking satu dan dua dunia, sudah 15 kali saling berhadapan. Williams jauh memimpin dalam rekor, dengan 12-3. Tahun ini, mereka sudah bertemu tiga kali, di Doha, Roma, dan Cincinnati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Azarenka memenangi dua di antaranya, yakni Doha dan Cincinnati yang dilaksanakan di lapangan keras. Sementara Williams menang di Roma yang berlangsung di lapangan tanah liat. Ketiganya terjadi di partai final.

"Kamu harus berjuang. Kamu harus berlari. Kamu harus menggigit dengan gigimu setiap kesempatan yang kamu dapat," kata Azarenka tentang rencana untuk menghadapi Williams. "Dia adalah pemain yang luar biasa. Dia adalah yang terbaik sepanjang masa."

"Saya tahu permainanya dengan sangat baik, seperti dia tahu permainan saya," kata Williams. "Dia tahu di bagian mana saya bermain bagus, di bagian mana saya bermain buruk, dan apa yang saya lakukan lebih baik (dari dia). Pada posisi seperti ini, semua hanyalah soal bermain tenis."



Sumber US OPEN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.