Perkelahian Issara-Jongjit Rusak Citra Bulu Tangkis Thailand

Kompas.com - 26/07/2013, 17:27 WIB
Pebulu tangkis Thailand, Bodin Issara (kiri) memukul mantan pasangan gandanya, Maneepong Jongjit, pada laga final Canada Open, Minggu (21/7/2013). sport.news.viva.co.idPebulu tangkis Thailand, Bodin Issara (kiri) memukul mantan pasangan gandanya, Maneepong Jongjit, pada laga final Canada Open, Minggu (21/7/2013).
EditorPipit Puspita Rini
BANGKOK, KOMPAS.com — Presiden Asosiasi Badminton Thailand, Charoen Wattanasin, mengeluarkan penyataan resmi seputar kejadian memalukan, perkelahian antara mantan pasangan ganda putra Thailand, Bodin Issara dan Maneepong Jongjit, pada final Canada Open, Minggu (21/7/2013).

Perkelahian ini terekam video dan tersebar di dunia maya, yang diunduh ribuan orang. Di video tersebut terlihat Issara mengejar mantan partnernya, Jongjit, hingga keluar lapangan, lalu memukul dan menendangnya beberapa kali di lantai.

Issara yang akhirnya mendapat dua jahitan mengatakan kalau Jongjit telah memukulnya dengan raket. Kedua pemain langsung mendapatkan peringatan dari wasit.

"Untuk kasus ini, saya tidak melihat siapa yang benar atau salah. Kerusakan sudah terjadi dan saya berusaha menyelamatkan harga diri bangsa kami di dunia badminton," kata Charoen, yang sudah terjun di dunia bulu tangkis Thailand selama hampir 60 tahun, Jumat (26/7/2013).

"Saya belum pernah melihat insiden memalukan seperti ini. Badminton adalah olahraga bermartabat. Sesuatu seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

Kamis (25/7/2013), Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengatakan bahwa komite disiplin sedang menginvestigasi kejadian tersebut dan sudah menanyai dua pemain untuk membuktikan penjelasan tertulis mereka yang dibuat pada Rabu.

Kedua pemain akan dikenai sanksi karena telah melakukan tindakan tidak sportif. Issara harus bersiap menghadapi sanksi tambahan karena sudah melakukan penyiksaan secara fisik dan menodai integritas olahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum ada pernyataan resmi tentang detail sanksi bagi mereka. Tetapi, sangat mungkin keduanya akan mendapat sanksi larangan bertanding dan denda.
 
Dua pemain yang sama-sama berusia 22 tahun ini pernah berada di papan atas ganda dunia dan lolos ke perempat final Olimpiade 2012 di London. Keduanya dipisah pada Januari 2013 karena Issara mundur untuk merawat ibunya yang sakit. Tak lama kemudian, dia kembali dan berpasangan dengan pemain lain.

Final Kanada Open mempertemukan dua ganda putra Thailand. Jongjit dan pasangan barunya, Nipitphon Puangpuapech, bertemu Issara yang berpasangan dengan Pakkawat Vilailak. Pertandingan berakhir setelah Issara diganjar kartu hitam.

Issara sudah menyatakan permintaan maaf melalui televisi nasional awal pekan ini. "Telinga saya dipukul dengan raket sampai berdarah dan robek. Saya kehilangan kesabaran. Saya meminta maaf kepada seluruh penduduk Thailand karena sudah memunculkan citra buruk pada negara."



Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X