Kompas.com - 03/07/2013, 18:16 WIB
Petenis Swiss, Roger Federer, menjalani sesi latihan sebelum turun di turnamen Grand Slam Wimbledon, Minggu (23/6/2013). Federer akhirnya kalah di babak kedua. AP/KIRSTY WIGGLESWORTHPetenis Swiss, Roger Federer, menjalani sesi latihan sebelum turun di turnamen Grand Slam Wimbledon, Minggu (23/6/2013). Federer akhirnya kalah di babak kedua.
EditorPipit Puspita Rini
GENEVA, KOMPAS.com — Roger Federer harus move on. Setelah mendapat "pukulan" cukup keras menyusul kekalahannya di babak kedua turnamen Grand Slam Wimbledon, pekan lalu, dia kini memutuskan untuk pulang kampung.

Petenis 31 tahun ini berencana ikut Swiss Open, turnamen lapangan tanang liat yang akan berlangsung pada 22-28 Juli 2013.

Ayah dua putri kembar ini menulis lewat laman pribadinya. "Saya ingin bermain di depan pendukung saya di kampung halaman."

Federer kali pertama turun di turnamen ini ketika masih berusia 16 tahun. Lewat akun Twitter-nya, dia menulis tentang turnamen yang berlangsung di Gstaad ini. "Memberi saya wild card pertama pada 1998."

Ketika itu, Federer yang masih berperingkat ke-702 dunia dan berbekal gelar juara di Wimbledon Yunior langsung kalah dua set langung dari petenis Argentina, Lucas Arnold Ker.

Federer akhirnya memenangi turnamen Masters 250 ini pada 2004.

Kembali ke tahun ini, Federer bisa dibilang mengalami masa tersulit sejak menjadi penguasa tenis selama bertahun-tahun. Dia sudah turun di sembilan turnamen dengan hanya meraih satu gelar di Halle, Jerman, yang merupakan turnamen Masters 500.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di ajang Grand Slam, pencapaian terbaik Federer adalah semifinal Australian Open, saat kalah dari Andy Murray. Bulan lalu dia dihentikan Jo-Wilfried Tsonga di perempat final French Open.

Terakhir pekan lalu, Sergiy Stakhovsky di luar dugaan mengalahkannya di babak kedua Wimbledon, turnamen di mana "seharusnya" Federer bisa jadi juara.

Dengan kegagalan beruntun ini, Federer jelas butuh pendongkrak semangat. Kemenangan, sekecil apa pun, akan sangat berarti baginya. Karena itu, dia mencoba turun di Swiss Open, turnamen dengan kelas terendahnya tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.