Kompas.com - 02/07/2013, 18:06 WIB
Petenis Polandia, Jerzy Janowicz , terduduk dan  menutup muka, setelah meraih kemenangan atas Jurgen Melzer dari Austria pada babak keempat turnamen Grand Slam WImbledon, Senin (1/7/2013). AP/ANJA NIEDRINGHAUSPetenis Polandia, Jerzy Janowicz , terduduk dan menutup muka, setelah meraih kemenangan atas Jurgen Melzer dari Austria pada babak keempat turnamen Grand Slam WImbledon, Senin (1/7/2013).
EditorPipit Puspita Rini
LONDON, KOMPAS.com - Polandia bukanlah negara populer di tenis. Tapi dalam beberapa tahun terakhir mereka berhasil mencuri perhatian banyak orang. Dimulai dengan Agnieszka Radwanska yang berhasil menembus final turnamen Grand Slam Wimbledon 2012.

Di tahun yang sama, Jerzy Janowicz yang tadinya tak dilirik pemain lain maupun pecinta tenis, membuat gebrakan dengan lolos ke final Paris Masters, November.

"Semua orang (di Polandia) mengenang momentum itu. Mereka melihat tenis dan menonton pertandingannya langsung di televisi," kenang Lukasz Kubot tentang pertandingan Janowicz melawan David Ferrer di final Paris Masters.

Kubot adalah petenis Polandia berusia 31 tahun yang lebih dulu terjun ke dunia tenis.

Polandia kembali menarik perhatian dunia, dengan meloloskan tiga wakil mereka di perempat final Wimbledon tahun ini, bahkan sudah mendapat jaminan satu tempat di semifinal.

Radwanska yang tahun lalu lolos ke final, kali ini kembali ke perempat final setelah mengalahkan Tsvetana Pironkova di babak keempat, Senin (1/7). Malam ini, dia akan menghadapi Li Na di perempat final.

Di bagian putra, Janowicz dan Kubot akan saling berhadapan di perempat final, Rabu (3/7), yang berarti satu tempat di semifinal sudah pasti jadi milik Polandia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut saya, ini adalah hari yang besar bagi tenis Polandia, terutama di bagian putra. Kamu tahu, perempat final sesama Polandia di Wimbledon, yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jadi, kami harus menikmati ini," tutur Radwanska.

"Bagi saya, sejauh ini adalah yang terbaik yang paling mungkin terjadi dengan tenis Polandia. Menurut saya, sekarang tenis adalah olahraga yang sangat populer di negara kami. Saya harap kami bisa mendapatkan lebih banyak penggemar," ucap Janowicz.

Saat mulai menggeluti tenis, Janowicz harus tumbuh tanpa memiliki idola dari negaranya sendiri. Dia mengidolakan mantan petenis Amerika Serikat, Pete Sampras.

Bagi petenis 22 tahun tersebut, apa yang terjadi di Wimbledon tahun ini adalah sejarah. Apalagi jika mengingat dia dulu pernah ditawari menjadi warga negara Qatar.

"Kejadiannya pada 2006 ketika saya pertama kali menang kejuaraan junior di Arab Saudi. Seseorang datang ke saya dan berbicara tentang hal tersebut. Saya langsung berkata tidak," cerita Janowicz.

Untuk merayakan keberhasilannya mengalahkan Jurgen Melzer di babak keempat, Senin (1/7), Janowicz membagikan sepatunya ke arah penonton. Setelah itu dia mencari Kubot.

"Saya langsung menuju ruang gantinya (Kubot). Kami berpelukan. Saya menyelamati dia. Saya pikir, kami berdua bahagia atas apa yang terjadi saat ini. Ini luar biasa," tambah Janowicz.

Baca tentang


    Sumber ATP
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hasil Wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo - Medali Bertambah, Bulu Tangkis Perkasa

    Hasil Wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo - Medali Bertambah, Bulu Tangkis Perkasa

    Sports
    Ada Rasa Bersalah di Balik Ucapan Syukur Eko Yuli Sang Peraih Medali Olimpiade Tokyo

    Ada Rasa Bersalah di Balik Ucapan Syukur Eko Yuli Sang Peraih Medali Olimpiade Tokyo

    Sports
    Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Deni Belum Beruntung di Kelas 67 Kg

    Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Deni Belum Beruntung di Kelas 67 Kg

    Sports
    Angkat Besi Konsisten Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

    Angkat Besi Konsisten Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

    Sports
    Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

    Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

    Badminton
    Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

    Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

    Sports
    Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

    Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

    Badminton
    Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

    Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

    Sports
    Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

    Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

    Sports
    Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

    Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

    Sports
    Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

    Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

    Sports
    Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

    Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

    Internasional
    Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

    Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

    Sports
    Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

    Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

    Sports
    Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

    Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

    Sports
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X