Kompas.com - 02/07/2013, 16:30 WIB
Petenis Polandia, Agnieszka Radwanska, mengembalikan bola Madison Keys dari Amerika Serikat, pada laga babak ketiga turnamen grand slam Wimbledon, Sabtu (29/6/2013). AP/ALASTAIR GRANTPetenis Polandia, Agnieszka Radwanska, mengembalikan bola Madison Keys dari Amerika Serikat, pada laga babak ketiga turnamen grand slam Wimbledon, Sabtu (29/6/2013).
EditorPipit Puspita Rini
LONDON, KOMPAS.com — Agnieszka Radwanska jadi unggulan teratas yang tersisa di perempat final tunggal putri turnamen Grand Slam Wimbledon 2013. Bisa jadi ini adalah kesempatan Radwanska untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Radwanska turun di Wimbledon tahun ini sebagai unggulan keempat, dengan embel-embel sebagai finalis tahun lalu. Berdasarkan hasil undian, andai bisa lolos hingga semifinal, dia akan bertemu Serena Williams, yang mengalahkannya di final tahun lalu.

Namun, pertemuan tersebut tak akan terjadi karena Williams gagal melewati babak keempat, setelah kalah dari Sabine Lisicki, Senin (1/7/2013).

Sebelum Williams yang merupakan unggulan pertama, dua calon kuat juara tahun ini lebih dulu rontok, yakni Victoria Azarenka (unggulan ke-2) dan Maria Sharapova (ke-3).

Namun, bukan lantas jalan Radwanska jadi mudah. Di perempat final yang akan berlangsung malam nanti pada pukul 19.00 WIB, petenis Polandia ini akan menghadapi lawan tangguh dari China, Li Na, yang merupakan unggulan ke-6.

Menghadapi Li Na jelas bukan pekerjaan mudah bagi Radwanska. Mereka sudah bertemu 10 kali dengan rekor 6-4 untuk keunggulan Li Na.

"Saya rasa, semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi tahun ini. Menurut saya, normal saja untuk turnamen ini. Di lapangan rumput kita bisa melihat skor berbeda dari lapangan lain."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada beberapa pemain yang tidak ada di Top 10 atau Top 20 yang bermain sangat bagus di lapangan rumput. Menurut saya, itulah mengapa kita melihat banyak pemain top yang tersingkir dari turnamen, bahkan saat masih pada pekan pertama.

"Tak masalah, pada ranking berapakah seorang pemain. Setiap pemain punya kisah berbeda," papar petenis 24 tahun tersebut.

Yang pasti, Radwanska memiliki banyak pendukung setia yang akan mendoakannya menjadi juara tahun ini, salah satunya rekan senegaranya, Jerzy Janowicz, yang juga lolos ke perempat final.

"Ketika dia lolos ke final tahun lalu, saya turut bangga. Saya menyemangati dia sepanjang waktu. Saya harap dia bisa melakukannya lagi. Menurut saya, dia sedang menuju kemenangan di Wimbledon tahun ini," tutur Janowicz.

Baca tentang


    Sumber WTA
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Deni Belum Beruntung di Kelas 67 Kg

    Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Deni Belum Beruntung di Kelas 67 Kg

    Sports
    Angkat Besi Konsisten Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

    Angkat Besi Konsisten Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

    Sports
    Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

    Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

    Badminton
    Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

    Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

    Sports
    Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

    Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

    Badminton
    Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

    Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

    Sports
    Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

    Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

    Sports
    Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

    Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

    Sports
    Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

    Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

    Sports
    Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

    Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

    Internasional
    Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

    Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

    Sports
    Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

    Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

    Sports
    Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

    Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

    Sports
    Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

    Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

    Badminton
    Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

    Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

    Sports
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X