Peserta Diinapkan di Rumah Penduduk

Kompas.com - 14/05/2013, 12:46 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SURABAYA, KOMPAS.com - Pembukaan Banyuwangi Internasional Surf Competition (BISC) 2013 yang digelar pada 24-26 Mei 2013 di Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Jawa Timur direncanakan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo.

Para peserta dari 18 negara juga akan diinapkan di rumah penduduk sehngga bisa lebih menikmati alam Banyuwangi yang memiliki banyak obye wisata. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Surabaya, Selasa (14/5/2015 mengatakan, even yang digelar itu merupakan salah satu rangkaian untuk mempromosikan Banyuwangi di tingkat internasional, lewat dunia olahraga.

Tahun 2012, Banyuwagi menggelar balap sepeda Tour de Ijen dan kini giliran memperkenalkan Pulau Merah yang ombaknya sangat bagus untuk berselancar seperti di Pantai Plekung, Banyuwangi.

Pulau Merah kata Anas, terletak 70 kilometer selatan Kota Banyuwangi, menyimpan potensi pariwisata yang potensial dan bagus. Di pantai itu terdapat tiga spot ombak dengan tinggi gelombang mencapai 3-5 meter di tambah hamparan gunung di sekitar pantai, seperti di Thailand.

Selama ini kata mantan anggota DPR RI dari Partai Keadilan Bangsa (PKB) ini, keindahan Pantai Pulau Merah belum banyak terekspos, dan salah satu upaya mempromosikan dengan enggelar kegiatan elancar bertaraf internasional. "Jalan menuju pantai sudah bagus dan mulus, sehingga waktu tempuh dari Banyuwangi ke lokasi sekitar 1,5 jam," katanya.

Pantai juga sidah bersih karena warga yang mengumpulkan sampah diberi uang sesuai berat sampah yang dihasilkan," ujarnya.

Kompetisi selancar menurut Anas, dibagi dalam tiga kategori yakni kategori lokal, nasional dan internasional. Saat ini sudah ada 100 pendaftar dari dalam dan luar negeri, dan kemungkinan jumlah peserta masih bertambah. Para peserta akan memperebutkan hadiah total sekitar Rp 50 juta.

Anas menegaskan, penyelenggaraan selancar bertaraf internasion ini sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah (APBD) tapi murni dari swasta, termasuk member pelatihan bagi penduduk yang rumahnya akan menjadi tempat menginap peserta selnacar," ujarnya.

Peselancar dari 18 negara itu antara lain berasal dari Indonesia, Australia, Amerika, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Jerman dan Italia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X