Kompas.com - 24/04/2013, 07:20 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com — Valentino Rossi langsung mengacungkan jempol dan mengulurkan tangan kirinya untuk memberikan ucapan selamat, ketika Marc Marquez memenangi GP Austin di Circuit of the Americas, Minggu (21/4/2013) waktu setempat. "The Doctor" tampaknya ikut bangga dengan kesuksesan "Si Bocah Ajaib" yang tak perlu waktu lama untuk naik podium utama MotoGP.

Terlebih lagi, Marquez juga menorehkan sejarah sebagai pebalap termuda yang memenangi sebuah seri kelas premier. Pada usia 20 tahun 35 hari, pebalap Spanyol ini mampu melibas para rival dan favorit juara dunia, yang juga seniornya, seperti Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, termasuk Rossi, idolanya.

Padahal, enam belas tahun silam, ketika Rossi memulai debutnya di arena balap motor, Marquez baru tiga tahun mengenal dunia alias baru berusia sekitar tiga tahun. Ketika itu, Rossi bertarung di kelas paling kecil, 125 cc, bersama tim Aprilia.

Dua tahun di sana (125 cc), Rossi pindah ke kelas 250 cc dan menjadi juara pada tahun 1999, sebelum beralih ke kelas paling bergengsi, 500 cc, pada tahun 2000. Setelah beradaptasi satu musim, Rossi pun menjelma menjadi raja kelas 500 cc dengan menjadi juara pada tahun 2001, yang menjadi era terakhir kelas itu, sebelum berganti nama menjadi MotoGP.

Mulai tahun pertama MotoGP, pebalap Italia kelahiran 16 Februari 1979 ini tak terkalahkan. Rossi menjadi juara sejak 2002 hingga 2005, sebelum "terpeleset" dalam dua musim berikutnya karena hanya mampu menjadi runner-up dan berada di peringkat ketiga.

Pada 2008, ketika Rossi kembali memperlihatkan hegemoninya di kelas premier dengan merengkuh gelar keenamnya, giliran Marquez yang melakukan debutnya di arena balap motor, tepatnya pada 13 April 2008 saat dia berusia 15 tahun 56 hari, di GP Portugal. Prestasi Marquez pada dua tahun pertama tak menarik perhatian karena dia hanya menempati posisi ke-13 dan ke-8, sedangkan Rossi berhasil menambah satu gelar lagi pada 2009.

Setahun berselang, saat Rossi gagal mempertahankan gelar juara dunia karena ditaklukkan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo; Marquez justru mulai menyita perhatian dengan menjuarai kelas terkecil itu, dan memutuskan untuk naik ke kelas Moto2. Dalam debutnya di kelas baru tersebut, Marquez, yang tanggal kelahirannya satu hari setelah Rossi, mengundang decak kagum karena dia menjadi pesaing berat untuk menjadi juara dunia.

Sayang, kecelakaan saat GP Malaysia mengubur impiannya untuk merengkuh gelar tersebut pada musim perdananya. Meskipun digadang-gadang akan segera pindah ke MotoGP, Marquez memutuskan untuk bertahan di Moto2, hingga akhirnya sukses mengemban misi menjadi juara pada 2012.

Ketika nama Marquez sedang berkibar, Rossi justru tenggelam. Performanya yang buruk bersama Ducati selama musim 2011 dan 2012 membuat Rossi nyaris terlupakan sehingga muncul kabar pebalap Italia tersebut akan segera meninggalkan MotoGP dan beralih ke Superbike ataupun olahraga roda empat.

Mendengar rumor tersebut, Marquez berusaha mencegah karena dia ingin bertemu dan bertarung dengan sang idola di trek MotoGP. "Saya berharap Rossi tak pensiun sebelum saya pindah ke MotoGP. Dia salah satu pebalap terbesar yang pernah ada, dan saya ingin berlomba dengannya," ujar Marquez ketika itu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X