Dua "Tembok China" Runtuh di Perempat Final - Kompas.com

Dua "Tembok China" Runtuh di Perempat Final

Kompas.com - 16/11/2012, 20:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — China kehilangan dua pemain tangguh pada babak perempat final turnamen China Terbuka Superseries Premier, Jumat (16/11/2012). Tunggal putri Wang Yihan dan ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng dipaksa menyerah oleh para lawannya dalam pertandingan di Yuan Shen Gymnasium, Shanghai, China.

Wang Yihan, yang menjadi unggulan utama tunggal putri di turnamen berhadiah 400.000 dollar AS ini, tak mampu meladeni kegigihan dan kealotan permainan pemain Jerman, Juliane Schenk. Ia kalah rubber game 21-19, 16-21, 17-21 dalam duel berdurasi 1 jam 8 menit.

Hasil ini membawa Schenk, yang kerap menjadi penjegal para pemain China, melaju ke babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (17/11). Unggulan kelima ini akan menghadapi pemenang antara pemain muda Thailand, Ratchanok Intanon, dan unggulan keenam dari Denmark, Tine Baun.

Gagalnya Wang Yihan membuat China tinggal berharap kepada pemain nomor duanya, Li Xuerui. Unggulan kedua ini lolos ke semifinal setelah menyingkirkan kompatriotnya, Han Li, dengan 19-21, 21-5, 21-7, dan akan menghadapi pemain Jepang, Minatsu Mitani. Minatsu lolos seusai mengalahkan pemain China, Xuan Deng, dengan 19-21, 22-20, 22-20.

Sementara itu, Cai/Fu, yang merupakan unggulan kedua, ditaklukkan pasangan kualifikasi dari Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae. Sebenarnya, pasangan Korea ini sudah sering bertemu Cai/Fu, tetapi dengan pasangan berbeda. Lee Yong Dae biasanya dengan Jung Jae Sung, sedangkan Ko Sung Hyun dengan Yoo Yeon Seong.

Tersingkirnya Cai/Fu membuat China tak memiliki wakil di sektor ganda putra, yang lolos ke semifinal. Pasalnya, Chai Biao/Zhang Nan juga tersingkir karena ditaklukkan oleh unggulan utama dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan straight game 21-16, 21-16. Tentu saja ini menjadi pukulan telak bagi China sebagai tuan rumah karena tak punya wakil lagi di sektor ganda putra, yang kerap jadi andalan.

 


EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo
Komentar
Close Ads X