Pertumbuhan Ekonomi, Senjata Istanbul

Kompas.com - 06/11/2012, 21:32 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

Delegasi Istanbul memasukkan berkas yang diperlukan ke IOC pada 15 Februari lalu, tepat di tenggat pemasukkan berkas pencalonan diri. Sebelumnya, Tokyo, Doha, Madrid, dan Baku telah menyerahkan berkas pencalonan diri mereka.

Roma batal mencalonkan diri sebagai tuan rumah setelah Perdana Menteri Italia Mario Monti menyebut pemerintah tidak bisa memberikan dukungan finansial bagi Ibu Kota Italia itu seiring krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Krisis ekonomi sebenarnya juga tengah melanda Spanyol. Namun, sejauh ini belum ada penarikan berkas atau pembatalan kota Madrid dalam pencalonan. Sementara itu, Tokyo bakal menjadi pesaing terberat Istanbul.

Semangat masyarakat Jepang untuk selalu bangkit usai kejatuhan sepertinya tak pernah luntur. Pada Maret 2011 lalu, sebagian besar wilayah timur laut di Negeri Sakura hancur diterjang gempa dan tsunami. Kini, mereka kembali tegakkan kepala dan siap bersaing menjadi tuan rumah.

Komite Olahraga Jepang menyatakan, "Jepang harus pulih dari gempa bumi hebat ini. Kami ingin olimpiade menjadi simbol pemulihan tersebut," kata Presiden Komite Olahraga Jepang Tsunekazu Takeda.

Sebelumnya, Jepang juga membuktikan kebangkitannya usai Perang Dunia II dengan kesuksesan mereka menyelenggarakan Olimpiade 1964. "Dan warisan olimpiade tersebut antara lain adalah mendorong percepatan industri Jepang," tutur Takeda.

Keinginan Jepang membuktikan pemulihannya melalui olahraga ini didukung Presiden Komite Olahraga Internasional, Jacques Rogge. "Jepang berpengalaman menggelar olahraga bertaraf internasional," ujar Rogge. "Tak ada gunanya bersaing dengan kota-kota lain kalau kami tak yakin akan menang," ucap Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X