Kompas.com - 22/08/2012, 21:47 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Panitia penyelenggara balapan sepeda Tour de East Java (TdEJ) 2012 mengubah rute dan jarak etape balapan kelas 2.2 itu. Dengan perubahan itu, jarak etape berkurang sekitar tujuh kilometer.

"Sengaja kami ubah untuk disesuaikan dengan konsep balapan tahun ini," ujar Ketua Yayasan TdEJ, Harijanto Tjondrokusumo dalam surat elektroniknya, Rabu (22/8/2012).

Menurut Harijanto, perubahan rute ini tidak lepas dari konsep awal yang diperkenalkan TdEJ. "Sejak awal kami ingin memperkenalkan wisata yang ada di Jawa Timur, dan dikemas dalam olahraga. Alasan itu yang mengubah jarak dan titik finis," lanjunya.

Semula, etape pertama TdEJ 2012 berawal dari Probolinggo dan berakhir di Malang sejauh 84 kilometer. Kemudian, panitia mengubah lintasan, etape menjadi berawal dari Probolinggo dan berakhir di Singosari, Kabupaten Malang.

Dengan perubahan itu, jarak tempuh diperkirakan berkurang menjadi sekitar 77 kilometer. Dari perubahan itu, para peserta balapan yang akan digelar 29 Agustus-2 September 2012 itu akan menghadapi jalan berliku sebelum memasuki kawasan purbakala Singosari.

Adu sprint dalam jarak pendek dan rapat adalah suguhan yang belum pernah ada dalam balapan ini sebelumnya. "Rute pendek dan flat, memberi tantangan bagi seluruh pebalap," pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.