Kompas.com - 13/07/2012, 19:15 WIB
EditorA. Tjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Beberapa atlet renang DKI yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII mengalami kesulitan mendapatkan kolam berlatih.

Dua atlet renang, Claudia Ajeng Savitri serta Vita Yulianti mengelami kesulitan mendapat kolam tempat berlatih terutama pada sore hari.

Sebelumnya, kedua atlet renang yang masuk tim PON DKI ini berlatih di kolam renang GOR Pertamina Simpruk bersama perkumpulan renang JakartaQuatics Antasena (JAQ) Swimming, klub asal Claudia Ajeng Savitri.

Namun karena ada perbedaan pengertian antara status perenang klub dan atlet Pelatda PON, kedua atlet renang tersebut tidak dapat lagi berlatih menggunakan fasilitas kolam renang tersebut pada sore hari.

Pihak PR JAQ Swimming menganggap pihak Pelatda PON seharusnya meminta ijin menggunakan fasilitas kolam renang. Sementara pelatih Pelatda PON yang memegang dua atlet putri tersebut juga merupakan staf pelatih dari PR JAQ.

Atlet renang DKI yang tengah mempersiapkan diri menghadapi  PON XVIII memang belum memasuki tahap pelatda sentralisasi. Para atlet DKI saat ini  berlatih di kolam renang GBK senayan, Pertamina Simpruk serta kolam renang Cikini bersama perenang daerah lainnya.

"Tahap sentralsiasi baru akan kita mulai pada awal Agustus mendatang," kata ketua umum Pengprov DKI, Lukman Niode. Pada tahap sentralisasi ini, para perenang akan berlatih di kolam renang GBK Senayan dan Cikini.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X