Atlet Putri Saudi Dapat Pengawalan

Kompas.com - 12/07/2012, 23:08 WIB
EditorA. Tjahjo Sasongko

JENEWA, Kompas.com - Dua atlet putri dari Arab Saudi akan berkompetisi di Olimpiade London pada musim panas ini, hal tersebut  merupakan pertama kalinya sepanjang sejarah negeri itu, demikian disampaikan oleh Komite Olimpiade Internasional pada Kamis.
    
Kedua atlet putri itu -  Wodjan Ali Seraj Abdulrahim Shahrkhani (judo) dan Sarah Attar (lari 800 meter) - dimasukkan dalam daftar atlet oleh Komite Olimpiade Arab Saudi menjelang tenggat 9 Juli.
    
"Inspirasi besar untuk berpartisipasi di Olimpiade sebagai satu dari wanita Arab Saudi yang akan pergi," kata Attar (17) dari tempat latihannya di San Diego (AS).
    
"Ini merupakan kehormatan besar dan saya berharap ini dapat benar-benar membuat langkah besar untuk wanita di sana untuk terlibat lebih banyak lagi di olahraga."
    
Presiden IOC, Jacques Rogge, memuji keputusan Arab Saudi menyusul negosiasi antara organisasi yang bermarkas di Lausanne itu dan para petinggi olahraga di negeri kerajaan tersebut.
    
"Ini merupakan kabar yang sangat positif, dan kami akan gembira untuk menyambut kedua atlet itu di London dalam beberapa pekan mendatang," ucapnya.
    
"IOC telah bekerja sangat dekat dengan Komite Olimpiade Arab Saudi, dan saya senang untuk melihat dialog berkelanjutan kami membuahkan hasil."
    
Perkembangan ini datang setelah eksekutif olahraga Arab Saudi mendeklarasikan pada awal Juli, bahwa atlet putri mereka harus menghormati peraturan-peraturan ultra-konservatif kerajaan itu.
    
Semua atlet putri harus berpakaian sopan, dikawal oleh pengawal laki-laki dan tidak bercampur dengan pria selama Olimpiade, demikian disampaikan Pangeran Nawaf bin Faisal pada surat kabar Al-Jazirah.
    
Atlet-atlet putri Arab Saudi hanya dapat ambil bagian jika mereka "berpakaian dengan pantas sesuai syariat Islam" dan "para pengawal atlet-atlet itu setuju dan menyertai dia (sang atlet)," ucapnya. "Mereka juga tidak boleh dicampur dengan laki-laki selama Olimpiade," tambahnya.
    
Arab Saudi, Qatar, dan Brunei merupakan tiga negara yang sebelumnya belum pernah mengirim atlet putri ke Olimpiade.
    
Namun ketiga negara itu sekarang akan memiliki perwakilan dari kaum putri, ketika Olimpiade dimulai pada 27 Juli.
    
"Dengan atlet-atlet putri Arab Saudi yang sekarang bergabung dengan sesama kompetitor perempuan lainnya dari Qatar dan Brunei Darussalam, itu artinya di London 2012 semua Komite Olimpiade Nasional akan mengirim perempuan ke Olimpiade," kata Rogge.

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X