Taufik Jadi Gatotkaca, Greysia Jadi Isteri Arjuna

Kompas.com - 12/06/2012, 21:17 WIB
EditorA. Tjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Dua idola bulu tangkis dunia, Taufik Hidayat (Indonesia) dan Lee Yong Dae (Korea) menjelma menjadi dua pahlawan dunia pewayangan yaitu Gatotkaca dan Bima atau Wrekodara.

Taufik dan Yong Dae berperan sebagai anak (Gatotkaca)  dan bapak (Bima) dalam acara "Welcome Dinner" acara Djarum Indonesia Open 2012 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (12/6).

Namun Taufik dan Yong Dae tidak sendirian di atas panggung. Mereka tampil dalam peragaan busana bersama Jan O. Jorgensen (Denmark ) yang menjadi Yudhistira,  Tontowi Ahmad (Indonesia) yang berperan sebagai Arjuna. Sementara dari kalangan pemain puteri tampil antara lain Greysia Polii dengan baju Sembadra, salah seorang isteri Tontowi, eh Arjuna.

Greysia mengaku tidak mengenal karakter yang harus diperankannya malam itu. Bahkan namanya ia tidak ingat. "Siapa ya tadi? Lupa saya," katanya. Ia lebih concern untuk menghilangkan riasan yang membebani wajahnya.

Sementara Taufik tentunya mengenal karakter Gatotkaca yang diperankannya. Meksi ia mengaku tidak tahu mengapa ia  yang dipilih menjadi pemeran pahlawan pewayangan yang memiliki  "otot kawat dan tulang besi" itu. "Nggak tahu ya. Mungkin karena saya bisa terbang," kata Taufik bergurau.

Acara "welcome dinner" ini diadakan dalam rangkaian turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open 2012 yang berlangsung 12 hingga 17 Juni 2012.  Selasa (12/6) sudah dilangsungkan pertandingan kualifikasi sebelum berlangsungnya babak utama, Rabu (13/6).

Acara di Hotel Sultan ini dhadiri para petinggi PBSI seperti ketua umum Djoko Santoso, Sekjen Jacob Rusdianto, Christian Hadinata, pejabat dari Kemenpora, KOI dan para sponsor. Mantan pemain yang hadir antara lain Ricky Subagja, Imelda Wiguna, Lilik Sudarwati dan Tan Joe Hok.

Mengadopsi warisan budaya Indonesia, para peserta Djarum Indonesia Open 2012 mengalami traditional experience dengan antara lain diperkenalkan cara membuat alat musik seruling dari  Saung Angklung Mang Udjo, Bandung. Tak kurang pelatih asal Guatemala, Jose Maria mengaku tertarik dengan pembuatan alat musik ini. "Di negara saya ada juga alat musik semacam ini. namanya Flauta atau Chirimia," kata Jose Maria.

Pemilihan karakter dalam dunia pewayangan tentunya untuk menegaskan kepada para peserta asing bahwa Indoensia juga memiliki traditional heroes yang mewakili nilai-nilai luhur bangsa.  Tokoh pewayangan seperti Gatotkaca dan Bima merupakan simbol dari pahlawan sakti yang tidak kenal takut lawan dalam membela kebenaran. Begitu pun Arjuna  yang sering disebut sebagai "lelanang ing jagat" (lelaki sejati) karena keberanian, kesaktian dan kemampuannya menaklukkan wanita.

Sementara tokoh Yudhistira yang diperankan pemain Denmark, Jan O. Jorgensen merupakan tokoh suci dan luhur budi. Jorgensen yang mengenakan kostum Yudhistira tentunya tidak mengenal tokoh dongeng ini. Meski ia yang berasal dari negeri asal pengarang cerita anak-anak Hans Christian Andersen mengaku karakter-karakter tersebut tentunya mewakili bangsa yang memercayainya.

Jorgensen lebih mengagumi tokoh realitas yaitu pemusik legendaris dari kelompok The Doors, James Douglas "Jim" Morrison. Morrison yang meninggal dunia di Paris pada usia 28 pada 1971 disebutnya sebagai seorang jenius.  Ia begitu kagum hingga merajah wajah Morrison di tangan kanannya.

Menurut Jorgensen musik Morrison telah memengaruhi hidupnya sejak masa sekolah. "He reminds me of my dad.  Bagaimana ia mencintai musik dan menggunakan musik itu untuk mengekspresikan jiwanya," kata Jorgensen.

 

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X