Perempuan Kini Pilih Muay Thai

Kompas.com - 21/12/2011, 20:56 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Olahraga bela diri asal Thailand, muay thai, kini populer sebagai olah fisik yang dapat membakar kalori banyak dalam waktu relatif singkat.

Muay thai menjadi pilihan mereka yang sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk olah tubuh. Di sejumlah klub kebugaran di beberapa negara, terutama negara maju, muay thai menjadi pilihan kaum perempuan.

Sebanyak 70-75 persen peserta muay thai diikuti kaum perempuan. Biasanya mereka ke pusat kebugaran pagi hari.

"Umumnya, perempuan, seperti para ibu rumah tangga, memiliki banyak kesibukan sehingga mereka memilih muay thai yang menuntut konsentrasi penuh dan membakar banyak kalori, yakni dapat mencapai 1.000 kalori per jam," kata Stephan Fox (48), Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Muaythai Amatir (FIMA) dan Wakil Presiden World Muaythai Council (WMC) di Jakarta, Rabu (21/12/2011) sore.

Stephan Fox datang ke Indonesia untuk memberi pelatihan kepada 190 instruktur fitnes dari Fitness First Indonesia di Assembly Hall, Graha Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Menurut dia, para penggemar muay thai lainnya adalah para eksekutif atau pimpinan perusahaan.

Mereka tidak punya banyak waktu dan ingin olah tubuh yang menyeluruh. Muay thai merupakan olahraga yang efisien dan sangat disiplin. Seluruh tubuh bergerak, mulai dari tangan, kaki, pinggul, perut, hingga kepala sehingga kalori yang terbakar pun lebih banyak.

Jika memilih muay thai, mereka tidak bisa melaksanakannya sambil mendengarkan musik atau sibuk memainkan alat komunikasi apa pun. "Itu sebabnya, mereka suka muay thai karena menuntut konsentrasi," kata Stephan Fox.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X