Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petrokimia Belajar dari Degradasi

Kompas.com - 13/12/2011, 04:46 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Terdegradasi dari Divisi Utama Livoli pada 2009 menjadi pelajaran berharga bagi tim putri Petrokimia Gresik. Oleh karena itu, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat kembali ke Divisi Utama pada 2011 dengan tampil maksimal.

Pada hari pertama Sampoerna Hijau Livoli Divisi Utama 2011, Petrokimia Gresik yang ditangani Sudarto itu menjegal juara II Livoli 2010, Mabes TNI, 3-2, di GOR Padjajaran, Bandung, Jawa Barat. Senin (12/12), mereka menekuk Yuso Gunadarma Yogyakarta, 3-1.

Set pertama, Yuso unggul 25-21. Petrokimia bangkit pada set kedua, 25-23. Mereka mencetak skor sama di set ketiga.

Yuso gagal memanfaatkan peluang menyamakan skor pada set keempat. Mereka malah bermain buruk sehingga Petrokimia menang 25-15. Pertandingan berakhir ketika kesalahan pemain Yuso, Enik Heriyati, menguntungkan Petrokimia.

Sudarto mengatakan, tim lawan membuat timnya kerepotan. Apalagi, banyak celah dalam permainan timnya yang leluasa dimanfaatkan oleh lawan.

Perihal timnya yang pernah terdegradasi, Sudarto menyatakan, prestasi buruk itu tidak bakal terulang lagi karena kini regenerasi pemain berjalan dengan baik. Mereka pun membawa dua pemain pelatnas, Lailatul Aisyah dan Novia Andriyanti.

Jadwal Petrokimia berikutnya adalah menghadapi Tectona pada hari ketiga. Hingga kini, tim tersebut mengumpulkan lima poin dari dua kemenangan.

Sementara Pelatih Yuso Samitholkah Mukri menjelaskan, kekalahan tersebut buntut dari kemenangan pada set pertama. Dia menduga pemainnya meremehkan lawan dan hal itu harus dibayar mahal.

”Kondisi pemain juga belum pulih karena pertandingan hari pertama berakhir hingga pukul 22.30. Besoknya harus bertanding pukul 12.00,” ujar Mukri.

Walau timnya menderita dua kekalahan, Mukri masih optimistis dapat lolos dalam babak penyisihan tingkat pul. Pertandingan terakhir dalam babak penyisihan berlangsung Rabu (14/12). Yuso berhadapan dengan tim kuat Mabes TNI.

Dalam pertandingan sebelumnya, tim putri Popsivo Polwan tampil tangguh. Mereka memaksa tim PLN menyerah melalui pertarungan lima set, 3-2. (eld)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Catat Rekor Apik di Stadion Abdullah bin Khalifa, Modal Indonesia Lawan Uzbekistan

Catat Rekor Apik di Stadion Abdullah bin Khalifa, Modal Indonesia Lawan Uzbekistan

Timnas Indonesia
3 Hal yang Harus Dibenahi Indonesia Jelang Vs Uzbekistan

3 Hal yang Harus Dibenahi Indonesia Jelang Vs Uzbekistan

Timnas Indonesia
Piala Asia U23 2024: Sananta Kartu AS, Kecepatan Jadi Modal Indonesia

Piala Asia U23 2024: Sananta Kartu AS, Kecepatan Jadi Modal Indonesia

Timnas Indonesia
Hasil Sprint Race MotoGP Spanyol 2024: Jorge Martin Menang, Marquez Jatuh

Hasil Sprint Race MotoGP Spanyol 2024: Jorge Martin Menang, Marquez Jatuh

Motogp
Hasil West Ham Vs Liverpool 2-2, The Reds Gagal Menang

Hasil West Ham Vs Liverpool 2-2, The Reds Gagal Menang

Liga Inggris
Tahu Kekuatan Indonesia, Uzbekistan Bersiap

Tahu Kekuatan Indonesia, Uzbekistan Bersiap

Timnas Indonesia
Hasil Piala Thomas 2024: Jonatan Berjaya, Indonesia Bekuk Inggris

Hasil Piala Thomas 2024: Jonatan Berjaya, Indonesia Bekuk Inggris

Badminton
Piala Asia U23: Uzbekistan Kuat, Indonesia Punya Pengalaman dari Ferarri-Hokky

Piala Asia U23: Uzbekistan Kuat, Indonesia Punya Pengalaman dari Ferarri-Hokky

Timnas Indonesia
Arteta Dapat Saran dari Wenger untuk Bawa Arsenal Juara Liga Inggris

Arteta Dapat Saran dari Wenger untuk Bawa Arsenal Juara Liga Inggris

Liga Inggris
Hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol 2024: Marquez Terdepan, Disusul Bezzecchi-Martin

Hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol 2024: Marquez Terdepan, Disusul Bezzecchi-Martin

Motogp
Hasil Piala Thomas 2024: Fajar/Rian Menang, Indonesia Unggul 2-0 Atas Inggris

Hasil Piala Thomas 2024: Fajar/Rian Menang, Indonesia Unggul 2-0 Atas Inggris

Badminton
Prediksi Bung Ahay: Peluang Indonesia ke Final Terbuka, Waspada Gaya Eropa

Prediksi Bung Ahay: Peluang Indonesia ke Final Terbuka, Waspada Gaya Eropa

Timnas Indonesia
Semifinal Piala Asia U23, Jangan Remehkan Lagi Indonesia

Semifinal Piala Asia U23, Jangan Remehkan Lagi Indonesia

Liga Indonesia
Hasil Thomas Cup 2024, Anthony Sinisuka Ginting Menang

Hasil Thomas Cup 2024, Anthony Sinisuka Ginting Menang

Badminton
Fakta Menarik Uzbekistan, Lawan Indonesia di Semifinal Piala Asia U23

Fakta Menarik Uzbekistan, Lawan Indonesia di Semifinal Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com