Pertarungan Dua "Tosser" PLN dan Sananta

Kompas.com - 08/05/2011, 03:03 WIB
Editor

MALANG, KOMPAS - Pertandingan di putaran pertama babak empat besar Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011 antara Jakarta Sananta melawan Jakarta Electric PLN di GOR Ken Arok, Malang, Sabtu (7/5), menyuguhkan duel seru tosser kawakan. Saling adu taktik antara tosser Sananta, Erwin Rusli (36), dan tosser PLN, Rudy Santoso (40), membuat laga berlangsung heboh hingga lima set. Sananta akhirnya menaklukkan PLN, 3-2 (25-21, 23-25, 25-23, 23-25, dan 15-12).

Rudy, tosser paling senior di empat besar Proliga ini, berselang-seling mengumpan bola ke Ma’ruf Herlambang, Septio Hadi, dan pemain asing PLN, Rodolpho serta Ronaldo. Ketika PLN mendapat poin, giliran Erwin membalas. Passing bolanya ke pemain asing, Sirianis Hernandez dan Danilo Cruz de Carvalho, kerap mengacaukan pertahanan PLN.

Karena Erwin sakit, pelatih kerap mengganti dia dengan Agus Setiawan meski tidak sebagus Erwin. ”Itu untuk menjaga kondisi Erwin. Akhirnya kami bisa menjaga konsistensi,” kata asisten pelatih Sananta, Ade Kelana.

Kapten Sananta, Joko Murdianto, mengatakan, kunci kemenangan timnya adalah ketepatan pemain membaca permainan lawan. Selain itu, Hernandez dengan jump-serve-nya kali ini juga berkontribusi banyak. ”Sejak babak reguler di Bontang, Hernandez makin menyatu. Ia makin menyesuaikan diri sehingga timing-nya tepat," ujarnya.

Ade Kelana menambahkan, Danilo dan Hernandez ingin selalu berperan dan diberi bola. Karena hal itu terpenuhi, pemain asal Brasil dan Kuba ini pun bersemangat di lapangan.

Danilo mengaku agak kesal jika kurang diberi bola. ”Ya begitulah, akhirnya, kami yang mengalah,” kata Joko.

Bagi Hernandez, kontrol emosi sangatlah penting. Jika sedang kesal, dia mundur ke belakang lalu ke depan lagi. Dia merasa kesal ketika, misalnya, penonton meneriakinya sewaktu akan servis. ”Saya memang meledak-ledak sejak dahulu. Namun, saya biasa melakukan yoga tiap pagi. Pacar saya yang mengajari. Makanya, saya bisa mengontrol emosi,” ucap pemain bertinggi badan 196 sentimeter ini.

Peran tosser pada laga ini, menurut pelatih PLN, Viktor Laiyan, memang krusial. Salah satu faktor kekalahan PLN atas Sananta terjadi karena pada set kelima Rudy seperti kehilangan kepekaan. ”Rudy tidak jelek, tetapi pas saat-saat terakhir keliru memberi umpan,” tuturnya.

Untuk menghadapi Surabaya Samator, Minggu (8/5) ini, Sananta harus konsisten memainkan strategi yang telah dibuat. ”Jangan terlena pada kekalahan ini dan jangan pikirkan untuk harus mengalahkan Samator meski tetap berusaha menang,” ujarnya.

Di bagian putri, tim Jakarta Popsivo Polwan menekuk Gresik Petrokimia, 3-2 (25-8, 25-16, 21-25, 23-25, dan 15-10). Gresik yang kepayahan pada dua set awal mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum menyerah kalah. Sementara tim putri Electric PLN menang atas Jakarta TNI AU, 3-1 (25-18, 25-14, 22-25, dan 25-19). (IVV)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X