Al-Attiyah Dekati Gelar Juara

Kompas.com - 14/01/2011, 10:25 WIB
EditorA. Tjahjo Sasongko

SAN JUAN, Kompas.com - Pereli dari Qatar Nasser Al-Attiyah tampil tercepat pada tahapan ke-11 Reli Dakar, Kamis, sedangkan juara bertahan Carlos Sainz semakin keteter setelah mengalami pecah suspensi Volkswagen yang dikendarainya.      Al-Attiyah, juga melaju di atas Volkswagen, mengakhiri perlombaan pada lintasan khusus 523km itu dari Chilecito ke San Juan dengan pautan waktu satu menit 13 detik atas pereli dari Prancis Stephane  Peterhansel, di atas BMW, dan empat menit 52 detik dari pereli Afrika Selatan Giniel de Villiers, juga ngebut dengan Volkswagen lainnya.     Tetapi Sainz, mantan juara dunia dua kali, semakin pudar harapannya untuk mempertahankan gelar, setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk memperbaiki suspensi depan kendaraannya setelah melaju di lintasan itu sekitar 410km.      Pereli veteran dari Spanyol itu mengawali perlombaan dengan pautan 12 menit di belakangan rekan setimnya dari Qatar, setelah sehari sebelumnya mengalami defisit kehilangan waktu 10 menit pada lintasan yang amat traumatik baginya. 

Sainz mengakhiri lomba Kamis dengan pautaran waktu satu jam 14 mnit di belakangan Al-Attiyah sehingga jarak waktu mereka menjadi satu jam 27 menit pada klasemen sementara.   "Mobil saya bekerja amat baik dan tidak ada masalah. Banyak debut di lintasan tetapi pada akhirnya kami dapat mengatasinya dan kami mengakhiri lomba dengan baik. Tinggal menunggu hasil besok," kata Al-Attiyah, yang kini unggul 51 menit atas de Villier yang berada di urutan kedua klasemen overall.      "Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Carlos. Saya kira ia terlalu memaksakan kendaraannya. Saya melakukan pekerjaan amat baik, demikian juga dengan navigator saya serta anggota tim lainnya. Saya amat bahagia dan akan melakukan yang terbaik menuju Buenos Aires," katanya. 

"Saya sudah mencoba sebaik mungkin dan ketika saya berada dalam debu yang ditinggalkan Nasser, saya tidak dapat melihat apa pun. Saya terus saja melaju sampai pcah suspnsi saya," jelas Sainz. 

"Saya mencoba segalanya, karena saya harus nomor satu dan kalau urutan kedua atau ketiga tidak ada gunanya. Bagi saya, urutan pertama atau tidak sama sekali," kata Sainz. 

Juara bertahan di kategori sepeda motor Cyril Despres, mengendarai KTM, tampil sebagai juara, tetapi pimpinan klasemen overall Marc Coma tetap bertahan dan sudah mendekati gelar kejuaraan itu. 

Despres melewati garis finis dengan waktu dua menit 11 detik di depan pereli Spanyol, Coma, juga di atas KTM, yang memimpin dengan waktu 15 menit 59 detik.  "Hari ini perlombaan amat hebat. Hari yang melelahkan. Banyak debu, batu-batu dan lembah kering," kata Coma. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

Badminton
BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

Badminton
Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Sports
Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena 'Gejala Muntaber'

Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena "Gejala Muntaber"

Liga Lain
Filosofi Pencak Silat

Filosofi Pencak Silat

Sports
Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Badminton
Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Liga Indonesia
Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan 'Gretongan', Mau?

Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan "Gretongan", Mau?

Internasional
Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Badminton
Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Badminton
Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Liga Inggris
Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Liga Indonesia
Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Badminton
BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

Badminton
Jadwal Liga Italia, AC Milan dan Inter Lawan Tim Papan Bawah

Jadwal Liga Italia, AC Milan dan Inter Lawan Tim Papan Bawah

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.