Taufik: Jangan Caci Maki jika Saya Gagal

Kompas.com - 17/11/2010, 16:36 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

GUANGZHOU, Kompas.com — Pebulu tangkis tunggal putra harapan Indonesia, Taufik Hidayat, meminta agar ia tidak dijadikan sasaran caci maki jika gagal mencapai target mempertahankan medali emas yang diraihnya di Asian Games Doha 2006.

"Saya akan berusaha berjuang semaksimal mungkin, bila gagal jangan dicaci maki," kata Taufik, setelah memastikan melangkah ke babak 16 besar nomor perseorangan Asian Games XVI 2010 di Tianhe Gymnasium Guangzhou, Rabu (17/11/2010).

Pada pertandingan tidak berimbang tersebut, tunggal utama Indonesia itu menang mudah 21-16, 21-12 atas pemain Taiwan, Hsieh Yu Hsing.

Meski tidak menyebutkan target emas dari bibirnya sendiri, tetapi pemain kelahiran Pangalengan Kabupaten Bandung itu menyatakan akan berupaya meraih hasil maksimal pada event olahraga tingkat Asia itu.

Taufik merupakan pemegang medali emas Asian Games dua kali berturut-turut yang diraihnya di Asian Games 2002 Busan dan Asian Games 2006 Doha, Qatar.

"Keikutsertaan di sini jelas untuk yang terbaik, dan terima kasih masyarakat berharap saya bisa meraih kembali medali emas di sini, saya akan berusaha," kata Taufik.

Namun, ia mengaku tidak ingin menjadi bahan cacian di Tanah Air bila ia gagal meraih target yang diharapkan oleh publik.

Sebagai anggota kontingen "Merah Putih", Taufik bertekad untuk tampil maksimal di setiap event yang diikutinya.

"Enggak mungkin pada event sebesar ini saya tidak menginginkan yang terbaik, jelas itu target atlet mana pun," katanya.

Atlet yang telah empat kali mengikuti Asian Games itu mengaku tetap bertarung habis-habisan meski lawan yang dihadapinya di bawah angkatannya, termasuk Lin Dan, yang menjadi musuh bebuyutannya di berbagai event.

Taufik seolah gerah dikatakan sebagai atlet "tua" yang masih berlaga, tetapi ia menyebutkan, tidak adanya pemain muda Indonesia yang bisa meladeni Lin Dan dan yang lainnya memaksanya tetap menjadi harapan yang diunggulkan meraih medali.

"Seharusnya Simon (Santoso) dan Sony (Dwi Kuncoro) yang teman seangkatan mereka bisa main di situ, namun saat ini saya masih tetap harus diunggulkan," katanya.

Terkait peluangnya untuk mengatasi Lin Dan, atlet China yang kemungkinan akan dihadapinya di semifinal, Taufik menyatakan tetap akan berusaha meski ia kalah pada saat bertemu di semifinal beregu putra yang akhirnya harus puas dengan medali perunggu.

"Kami sudah saling ketemu, dan bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan," kata peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X