Firda Mengecewakan

Kompas.com - 15/10/2010, 04:33 WIB
Editor

Samarinda, Kompas - Penampilan pemain tunggal putri Adriyanti Firdasari sangat mengecewakan saat menghadapi pemain Taiwan, Chen Hsiao Huan, di babak kedua pada turnamen Grand Prix Gold Indonesia Terbuka di GOR Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (14/10).

Firda, diunggulkan di tempat pertama, menyerah dari pemain berperingkat ke-66 dunia dalam pertandingan tiga gim, 22-20, 17-21, 13-21.

Yang mengecewakan, Firda tidak mampu mengontrol permainannya sendiri. Selain banyak membuat kesalahan dalam penempatan bola, dia juga tak bisa membaca permainan lawannya. Sebaliknya, Huan—yang berpostur jauh lebih kecil daripada Firda—bermain cukup ulet dan gigih mengejar bola. Dia sering memaksakan diri berjibaku mengambil bola-bola di depan net.

”Saya sudah minta Firda main lebih sabar, tetapi dia tetap kesulitan menjaga irama dan menjadi agak frustrasi karena pukulan bolanya banyak yang keluar atau menyangkut di net. Secara teknik dan permainan, Firda jauh unggul, tetapi dia malah kebingungan menghadapi lawan yang posturnya kecil tetapi main gigih dan ulet,” kata asisten pelatih tunggal putra, Thomas Indratjaja, yang mendampingi Firda.

Awalnya Firda tampil sangat percaya diri, setelah membuka angka dia terus memimpin sampai kedudukan 13-7. Situasi kemudian agak berubah ketika Huan mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 13-13 akibat banyaknya pukulan Firda yang mati. Firda pun mulai kehilangan kepercayaan diri. Beruntung dia masih bisa sedikit mengontrol permainan dan menutup gim pertama dengan 22-20.

Pada gim kedua Firda justru makin sering membuat kesalahan. Kepercayaan dirinya semakin jatuh, sedangkan lawannya kian percaya diri dan berbalik mengontrol permainan. Huan tidak hanya unggul dalam permainan reli, tetapi juga permainan di depan net dan smes.

Di gim terakhir Firda berupaya mengambil alih kontrol permainan. Namun, meski unggul dalam hal jangkauan bola, Firda tetap tidak dapat mendulang angka karena sering membuat kesalahan sendiri. Setelah tertinggal 6-10, Firda sempat menyamakan kedudukan menjadi 12-12. Namun, lagi-lagi karena banyak membuat kesalahan sendiri, Firda kehilangan angka dan menyerah dalam kedudukan 13-21.

Kekalahan ini kian mempermalukan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI). Sehari sebelumnya PB PBSI juga sudah mendapat pukulan dengan tumbangnya beberapa pemain utama pelatnas Cipayung, seperti Linda Wenifanetri, Maria Kristin, Aprilia Yuswandari, dan Sony Dwi Kuncoro.

Seperti juga Sony, Firda adalah pemain yang akan diandalkan kontingen Indonesia di ajang Asian Games pada November mendatang di Guangzhou, China. Pada ajang ini PB PBSI menargetkan satu medali emas.

Dengan kekalahan Firda, nomor tunggal putri Indonesia hanya menyisakan Maria Febe. Febe yang diunggulkan di tempat kedua melaju ke perempat final dengan mengalahkan pemain Indonesia, Siti Anida Lestari. Pada babak delapan besar nanti Febe akan menghadapi pemain China, Zhou Hui.

Pada nomor tunggal putra unggulan pertama Taufik Hidayat melaju ke perempat final setelah menang mudah atas pemain Indonesia, Kho Henrikho Wibowo, 21-12, 21-13. (otw)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X