Bagaimana Membagi Waris Menurut KUH Perdata?

Kompas.com - 28/05/2008, 08:42 WIB

Hubungan persaudaraan bisa berantakan jika masalah pembagian harta warisan seperti rumah atau tanah tidak dilakukan dengan adil. Untuk menghindari masalah, sebaiknya pembagian warisan diselesaikan dengan adil. Salah satu caranya adalah menggunakan Hukum Waris menurut Undang-Undang (KUH Perdata).

Banyak permasalahan yang terjadi seputar perebutan warisan, seperti masing-masing ahli waris merasa tidak menerima harta waris dengan adil atau ada ketidaksepakatan antara masing-masing ahli waris tentang hukum yang akan mereka gunakan dalam membagi harta warisan.

Keluarga Bambang (bukan nama sebenarnya) di Solo, misalnya. Mereka mempunyai permasalahan seputar warisan sejak 7 tahun yang lalu. Awalnya keluarga ini tidak mau membawa masalah ini ke meja hijau tapi sayangnya, ada beberapa ahli waris yang beritikad buruk. Karena itu keluarga Bambang akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum. Hingga awal tahun 2006, kasusnya masih dalam tingkat banding di Pengadilan Tinggi setempat dan belum ada putusan.

Ilustrasi ini hanya satu dari banyak masalah harta waris yang masuk ke pengadilan. Mengingat banyaknya kasus semacam ini, ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebenarnya permasalahan ini diselesaikan dengan Hukum Waris menurut Undang-Undang (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).

Berhak Mendapatkan Warisan
Ada dua jalur untuk mendapatkan warisan secara adil, yaitu melalui pewarisan absentantio dan pewarisan testamentair. Pewarisan absentantio merupakan warisan yang didapatkan didapatkan berdasarkan Undang-undang. Dalam hal ini sanak keluarga pewaris (almarhum yang meninggalkan warisan) adalah pihak yang berhak menerima warisan.

Mereka yang berhak menerima dibagi menjadi empat golongan, yaitu anak, istri atau suami, adik atau kakak, dan kakek atau nenek. Pada dasarnya, keempatnya adalah saudara terdekat dari pewaris (Lihat Boks 4 golongan pembagian waris).

Sedangkan pewarisan secara testamentair/wasiat merupakan penunjukan ahli waris berdasarkan surat wasiat. Dalam jalur ini, pemberi waris akan membuat surat yang berisi pernyataan tentang apa yang akan dikehendakinya setelah pemberi waris meninggal nanti. Ini semua termasuk persentase berapa harta yang akan diterima oleh setiap ahli waris.

Tidak Berhak Menerimanya
Meskipun seseorang sebenarnya berhak mendapatkan warisan baik secara absentantio atau testamentair tetapi di dalam KUH Perdata telah ditentukan beberapa hal yang menyebabkan seorang ahli waris dianggap tidak patut menerima warisan.

Kategori pertama adalah orang yang dengan putusan hakim telah telah dinyatakan bersalah dan dihukum karena membunuh atau telah mencoba membunuh pewaris. Kedua adalah orang yang menggelapkan, memusnahkan, dan memalsukan surat wasiat atau dengan memakai kekerasan telah menghalang-halangi pewaris untuk membuat surat wasiat menurut kehendaknya sendiri. Ketiga adalah orang yang karena putusan hakim telah terbukti memfitnah orang yang meninggal dunia dan berbuat kejahatan sehingga diancam dengan hukuman lima tahun atau lebih. Dan keempat, orang yang telah menggelapkan, merusak, atau memalsukan surat wasiat dari pewaris.

Dengan dianggap tidak patut oleh Undang-Undang bila warisan sudah diterimanya maka ahli waris terkait wajib mengembalikan seluruh hasil dan pendapatan yang telah dinikmatinya sejak ia menerima warisan.

Pengurusan Harta Warisan
Masalah warisan biasanya mulai timbul pada saat pembagian dan pengurusan harta warisan. Sebagai contoh, ada ahli waris yang tidak berbesar hati untuk menerima bagian yang seharusnya diterima atau dengan kata lain ingin mendapatkan bagian yang lebih. Guna menghindari hal tersebut, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh Anda yang kebetulan akan mengurus harta warisan, khususnya untuk harta warisan berupa benda tidak bergerak (tanah dan bangunan).

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat Surat Keterangan Kematian di Kelurahan/Kecamatan setempat. Setelah itu membuat Surat Keterangan Waris di Pengadilan Negeri setempat atau Fatwa Waris di Pengadilan Agama setempat, atau berdasarkan Peraturan Daerah masing-masing. Dalam surat/fatwa tersebut akan dinyatakan secara sah dan resmi siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan warisan dari pewaris.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Editor

Terkini Lainnya

Jadwal Pertandingan Liga 1 Hari Ini

Jadwal Pertandingan Liga 1 Hari Ini

Liga Indonesia
ICC Pantau dan Teliti Perkembangan Kriket di Sumbar

ICC Pantau dan Teliti Perkembangan Kriket di Sumbar

Liga Indonesia
Chelsea Beri Satu Tahun Masa 'Percobaan' untuk Lampard

Chelsea Beri Satu Tahun Masa "Percobaan" untuk Lampard

Liga Inggris
Indonesia Open 2019, 8 Wakil Indonesia Masuk Daftar Unggulan

Indonesia Open 2019, 8 Wakil Indonesia Masuk Daftar Unggulan

Liga Indonesia
Hasil Undian Indonesia Open 2019, Perang Saudara di Babak Pertama

Hasil Undian Indonesia Open 2019, Perang Saudara di Babak Pertama

Olahraga
Modal Persela Saat Lawan Bhayangkara

Modal Persela Saat Lawan Bhayangkara

Liga Indonesia
Pelatih Keturunan Indonesia Ingin Latih Newcastle United

Pelatih Keturunan Indonesia Ingin Latih Newcastle United

Liga Inggris
Bukan Liverpool, Torres Ungkap Kepuasannya Saat Bela Chelsea

Bukan Liverpool, Torres Ungkap Kepuasannya Saat Bela Chelsea

Liga Inggris
Agen Gianluigi Buffon Akui Ada Negosiasi dengan Juventus

Agen Gianluigi Buffon Akui Ada Negosiasi dengan Juventus

Liga Italia
Torres Yakin Real Madrid Bisa Bawa Hazard ke Level Tertinggi

Torres Yakin Real Madrid Bisa Bawa Hazard ke Level Tertinggi

Liga Spanyol
Hadapi Bhayangkara FC, Persela Coba Antisipasi Faktor Flavio

Hadapi Bhayangkara FC, Persela Coba Antisipasi Faktor Flavio

Liga Indonesia
Gianluigi Buffon Dikabarkan Siap Kembali ke Juventus

Gianluigi Buffon Dikabarkan Siap Kembali ke Juventus

Liga Italia
Semen Padang Diharapkan Main dengan Motivasi Tinggi Lawan Persipura

Semen Padang Diharapkan Main dengan Motivasi Tinggi Lawan Persipura

Liga Indonesia
Lawan Persipura, Semen Padang Boyong 16 Pemain

Lawan Persipura, Semen Padang Boyong 16 Pemain

Liga Indonesia
Defisit Satu Gol, PSM Yakin Kalahkan Becamex di Piala AFC 2019

Defisit Satu Gol, PSM Yakin Kalahkan Becamex di Piala AFC 2019

Liga Indonesia

Close Ads X